Kompas.com - 26/06/2013, 14:54 WIB
Sejumlah 2.042 bal pakaian bekas asal Malaysia siap dimusnahkan dengan cara dibakar pada Rabu (26/6/2013) siang. KOMPAS.COM/DANI ZEBUASejumlah 2.042 bal pakaian bekas asal Malaysia siap dimusnahkan dengan cara dibakar pada Rabu (26/6/2013) siang.
|
EditorKistyarini
BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Balikpapan memusnahkan 2.042 bal pakaian bekas asal Malaysia dengan cara dibakar, Rabu (26/6/2013). Pakaian bekas senilai Rp 7 miliar ini merupakan sitaan negara atas barang yang dinilai ilegal masuk ke Indonesia.

"Dibawa dari Malaysia. Barang seperti ini di sana dibuang. Sampah. Bahkan, bila ada yang ingin mengambilnya malah dibayar karena sama saja seperti sudah  membersihkan (sampah). Kemudian dibawa dengan menggunakan kapal barang masuk ke Indonesia dan ditangkap di laut Kalimantan Selatan," kata Kepala KPPBC, Djanurindro Wibowo.

Ribuan bal pakaian bekas ini disita dari kapal pembawanya, KLM Berkat Salwa, pada pertengahan 2009. Berkat Salwa tertangkap kapal KN Alugara P-114 asal Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok ketika tengah berlayar di perairan Kalimantan dalam aksinya melakoni operasi Gurita Bakorkamla.

Petugas Bea Cukai memeriksa dan mendapati bongkahan-bongkahan berisi pakaian bekas bodong alias tanpa identitas atau tidak masuk dalam manifes kapal. Berkat Salwa beserta lima awaknya kemudian digiring ke Balikpapan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sayangnya, pemeriksaan tidak sampai pada tahap penyidikan. Pihak Bea Cukai mengakui tidak berhasil  menemukan tersangka atau pelaku baik pengirim maupun penerima barang. "Para awak kapal hanya menjawab tidak tahu dan mengatakan mereka cuma membawa kapal saja," kata Djanurindro.

Akhirnya, barang itu pun kemudian dinyatakan sebagai barang milik negara berdasar keputusan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Tipe A2 Balikpapan dengan Nomor KEP-121/WBC.14/KP.01/2010. Pada 18 Agustus 2010, Menteri Keuangan menyetujui pemusnahan barang ini melalui suratnya Nomor S-261/MK.6/2010.

"Pada prinsipnya, impor baju bekas dilarang lantaran memiliki kemungkinan menjadi media pembawa penyakit. Selain itu, kehadiran baju bekas justru akan merugikan industri pakaian jadi di Tanah Air," kata Djanurindro.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.