Kompas.com - 26/06/2013, 14:02 WIB
Sadu Wasistiono diberikan mandat oleh Mendagri sebagai Plt Rektor IPDN menggantikan I Nyoman Sumaryadi. KOMPAS.com/ Putra Prima PerdanaSadu Wasistiono diberikan mandat oleh Mendagri sebagai Plt Rektor IPDN menggantikan I Nyoman Sumaryadi.
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Kementerian Aparatur Negara (Kemenpan) akan menggandeng KPK dalam rekrutmen calon praja di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Hal itu dilakukan menyusul maraknya isu suap yang menyelimuti proses penerimaan praja, termasuk kasus gratifikasi seks yang diduga dilakukan oleh mantan Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi seperti yang diungkapkan istri simpananya, Susi Susilowati.

Kedua kementerian tersebut nantinya bersama KPK akan mengawasi proses penerimaan praja IPDN mulai dari tahap awal di kota-kota dan kabupaten seluruh Indonesia.

"Ke depan, proses penerimaan akan ada pendampingan dari Kemenpan dan KPK. Akan ada budaya baru," kata pelaksana tugas (Plt) Rektor IPDN Sadu Wasistiono saat konferensi pers di ruang rapat Sekretariat IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (26/6/2013).

Lebih lanjut, Sadu menambahkan, setelah melakukan rapat intensif bersama Kemendagri dan juga Kemenpan beberapa waktu ke belakang, proses penerimaan Praja akan dicoba dengan menggunakan metode yang lebih canggih, yaitu dengan Computer Assesment Test (CIT). Model seperti itu, kata Sadu, mengikuti model tes penerimaan pegawai pemerintahan seperti di Jerman.

Dikatakannya, Model CIT itu tidak untuk diterapkan pada proses penerimaan di IPDN saja. Seluruh lembaga pendidikan kedinasan yang berada di luar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan seperti STAN, Imigrasi, kepolisian, dan lain-lainnya juga akan mengadopsi metode tersebut.

"Tapi, itu kan perlu teknologi yang sangat canggih dan membutuhkan banyak peralatan. Kalau ada dua puluh ribu orang, otomatis harus punya dua puluh ribu komputer, itu memerlukan waktu. Tapi, arahnya akan ke sana," paparnya.

Nantinya, lanjut Sadu, dengan metode yang akan diuji coba di IPDN itu, sekolah pencetak pamong-pamong pemerintahan ini diproyeksi menjadi pilot project karena baru pertama kali dilakukan di Indonesia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

    Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

    Regional
    Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

    Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

    Regional
    Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

    Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

    Regional
    Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

    Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

    Regional
    Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

    Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

    Regional
    Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

    Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

    Regional
    Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

    Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

    Regional
    Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

    Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

    Regional
    Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

    Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

    Regional
    Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

    Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

    Regional
    Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

    Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

    Regional
    Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

    Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

    Regional
    Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

    Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

    Regional
    Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

    Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

    Regional
    Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

    Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.