Kompas.com - 26/06/2013, 13:58 WIB
Petugas menggelar dua replika senjata api AK-47, satu replika pistol Sig Suer dan tiga pucuk AK-47 sebagai barang bukti dalam penyerangan LP Cebongan Sleman yang digelar di Detasemen Polisi Militer Denpom IV/5 Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/5/2013). Hingga saat ini 12 anggota Kopassus telah ditetapkan sebagai tersangka serta 60 orang diperiksa sebagai saksi. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAPetugas menggelar dua replika senjata api AK-47, satu replika pistol Sig Suer dan tiga pucuk AK-47 sebagai barang bukti dalam penyerangan LP Cebongan Sleman yang digelar di Detasemen Polisi Militer Denpom IV/5 Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/5/2013). Hingga saat ini 12 anggota Kopassus telah ditetapkan sebagai tersangka serta 60 orang diperiksa sebagai saksi.
|
EditorKistyarini

YOGYAKARTA, KOMPAS.com
 — Oditur Militer Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta berkukuh pada dakwaan bahwa penyerangan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Cebongan, Sleman, oleh sejumlah anggota Kopassus Kandang Menjangan Kartasura merupakan tindakan yang direncanakan.

Oditur militer Letkol (Sus) Budiharto saat membacakan tanggapan atas eksepsi di Pengadilan Militer (Dilmil) II-11 Yogyakarta, Rabu (26/6/2013), menyatakan, dakwaan terhadap Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto, dan Koptu Kodik telah sesuai dengan kaidah Pasal 130 Ayat (2) huruf b UU No 31/1997 tentang Peradilan Militer.

"Tim penasihat hukum terlalu jauh memahami Pasal 130 UU No 31/1997 sehingga kurang bisa membedakan rumusan tindak pidananya," tandas Budiharto.

Terkait analisis bahwa terdakwa tidak memiliki rencana datang ke Lapas Cebongan, menurut Budiharto, hal itu harus dibuktikan di sidang karena sudah masuk materi pokok perkara.             

"Termasuk pula dalam materi pokok perkara, terkait apakah para terdakwa tidak tahu secara pasti lokasi penahanan para korban dan tidaknya pemetaan situasi Lapas Cebongan sebelumnya," papar dia.

Menanggapi poin eksepsi yang menyebut dakwaan kabur karena tidak sinkron dengan laporan dan hasil penyidikan, Budiharto menegaskan pernyataan itu tidak benar.

Menurut dia, penerapan Pasal 103 KUHP Militer tidak menyalahi norma sebab didasarkan pada pengembangan laporan polisi dan hasil penyidikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apakah para terdakwa terbukti melanggar perintah atasan atau tidak sesuai dakwaan kedua, itu harus dibuktikan melalui pemeriksaan sidang," katanya.

Ia memaparkan sewaktu membuat laporan ke polisi, pelapor termasuk mantan Kepala Lapas Cebongan B Sukamto hanya menjelaskan telah terjadi tindak pidana pembunuhan empat tahanan, penganiayaan petugas sipir, serta perusakan barang inventaris Lapas Cebongan.

Namun, berdasar hasil pengumuman tim investigasi, diduga ada keterlibatan oknum Kopassus yang sedang mengikuti latihan di Gunung Lawu.

"Jika dikaitkan uraian itu dengan hasil penyidikan, dapat disimpulkan bahwa para terdakwa tidak meminta izin meninggalkan tempat latihan di Gunung Lawu," ungkap dia.

Didasari semua uraian itu, Oditur Militer memohon majelis hakim menerima dakwaan. Atas tanggapan itu, pimpinan majelis hakim Letkol CHK Joko Sasmito memutuskan untuk menunda sidang pada Jumat (28/6/2013) dengan agenda putusan sela.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

    Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

    Regional
    Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

    Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

    Regional
    Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

    Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

    Regional
    Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

    Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

    Regional
    Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

    Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

    Regional
    Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

    Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

    Regional
    Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

    Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

    Regional
    KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

    KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

    Regional
    Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

    Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

    Regional
    Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

    Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

    Regional
    Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

    Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

    Regional
    Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

    Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

    Regional
    Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

    Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

    Regional
    Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

    Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

    Regional
    Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

    Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X