Kompas.com - 26/06/2013, 04:41 WIB
Warga berunjuk rasa menuntut pengawasan penyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (23/6/2013). Pengunjuk rasa menilai BLSM yang disalurkan selama empat bulan tersebut rawan diselewengkan dan dikorupsi dan jadi konsumsi politik. Warta Kota/Henry LopulalanWarga berunjuk rasa menuntut pengawasan penyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (23/6/2013). Pengunjuk rasa menilai BLSM yang disalurkan selama empat bulan tersebut rawan diselewengkan dan dikorupsi dan jadi konsumsi politik.
EditorPalupi Annisa Auliani
SUBANG, KOMPAS.com - Sejumlah warga di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, berencana menggunakan uang bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) untuk membayar tunggakan kredit kepada rentenir. Sementara data BLSM di kabupaten ini diduga kadaluarsa.

"Sekarang belum nerima, tapi kalau emang sudah nerima, mumpung ada uang saja, jadinya terpaksa dibayarin utang dulu," kata Sutini (47), salah satu warga, Selasa (25/6/2013). Dia mengaku punya utang Rp 250 ribu yang harus dicicil Rp 10 ribu per hari selama 35 hari.

Hal yang sama diakui Ariani (39). Ia mengaku memiliki utang kepada lebih dari satu rentenir senilai Rp 400 ribu, yang dibayarkan tiap hari sebesar Rp 23 ribu selama 30 hari. "Utangnya pada dua bank. Satu hari bayar Rp 23 ribu, masing-masing Rp 10 ribu sama Rp 13 ribu. Dulu pinjamnya Rp 140 ribu," katanya.

Ariani mengaku utang itu semula dimaksudkan untuk membayar biaya kebutuhan sehari-hari, seperti makan hingga mengobati anaknya yang sakit. "Semenjak suami meninggal, kami jadi usaha sendiri. Tapi memang uang yang didapat dari usaha masih belum mencukupi sehingga terpaksa meminjam uang ke mereka," ujarnya.

Ariani mengatakan, jika memang ia menerima BLSM, kemungkinan ia akan menggunakan BLSM itu untuk membayar tunggakan cicilan hariannya. "Dulu waktu dapat BLT (bantuan langsung tunai, red) juga gitu," ujarnya.

Data kadaluarsa

Sementara itu, Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang dituding mengeluarkan data kedaluarsa terkait jumlah rumah tangga miskin di Kabupaten Subang. "Beberapa warga kami yang telah meninggal dunia masih tercantum dalam daftar calon penerima BLSM yang dikirimkan oleh kantor pos setempat," kata Kepala Desa Cikaum Timur, Kecamatan Cikaum, Dedeh Sukaesih, Selasa (25/6/2013).

Sebaliknya, kata Dedeh, ada warga miskin malah tidak terdaftar sebagai calon penerima BLSM. "Kalau acuannya ke data BPS, itu jelas kedaluarsa dan perlu segera diperbaiki supaya tidak timbul masalah, soalnya nanti kami-kami yang di desa ini yang jadi sorotan masyarakat," katanya.

Dihubungi terpisah, Kasi Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS) pada Badan Pusat Statistik (BPS) Subang, Agung Hartadi, mengakui data warga miskin penerima BLSM tahun 2013 versi instansinya sudah kedaluarsa. "Yang digunakan itu memang data direktori BPS tahun 2011," kata dia melalui layanan pesan. (Hendra Gunawan)


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

    Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

    Regional
    Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

    Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

    Regional
    Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

    Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

    Regional
    Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

    Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

    Regional
    Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

    Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

    Regional
    Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

    Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

    Regional
    Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

    Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

    Regional
    PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

    PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

    Regional
    Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

    Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

    Regional
    Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

    Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

    Regional
    Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

    Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

    Regional
    Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

    Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

    Regional
    Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

    Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

    Regional
    Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

    Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

    Regional
    Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

    Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.