Kompas.com - 26/06/2013, 04:41 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani
SUBANG, KOMPAS.com - Sejumlah warga di Desa Gunung Sari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, berencana menggunakan uang bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) untuk membayar tunggakan kredit kepada rentenir. Sementara data BLSM di kabupaten ini diduga kadaluarsa.

"Sekarang belum nerima, tapi kalau emang sudah nerima, mumpung ada uang saja, jadinya terpaksa dibayarin utang dulu," kata Sutini (47), salah satu warga, Selasa (25/6/2013). Dia mengaku punya utang Rp 250 ribu yang harus dicicil Rp 10 ribu per hari selama 35 hari.

Hal yang sama diakui Ariani (39). Ia mengaku memiliki utang kepada lebih dari satu rentenir senilai Rp 400 ribu, yang dibayarkan tiap hari sebesar Rp 23 ribu selama 30 hari. "Utangnya pada dua bank. Satu hari bayar Rp 23 ribu, masing-masing Rp 10 ribu sama Rp 13 ribu. Dulu pinjamnya Rp 140 ribu," katanya.

Ariani mengaku utang itu semula dimaksudkan untuk membayar biaya kebutuhan sehari-hari, seperti makan hingga mengobati anaknya yang sakit. "Semenjak suami meninggal, kami jadi usaha sendiri. Tapi memang uang yang didapat dari usaha masih belum mencukupi sehingga terpaksa meminjam uang ke mereka," ujarnya.

Ariani mengatakan, jika memang ia menerima BLSM, kemungkinan ia akan menggunakan BLSM itu untuk membayar tunggakan cicilan hariannya. "Dulu waktu dapat BLT (bantuan langsung tunai, red) juga gitu," ujarnya.

Data kadaluarsa

Sementara itu, Badan Pusat Statistik Kabupaten Subang dituding mengeluarkan data kedaluarsa terkait jumlah rumah tangga miskin di Kabupaten Subang. "Beberapa warga kami yang telah meninggal dunia masih tercantum dalam daftar calon penerima BLSM yang dikirimkan oleh kantor pos setempat," kata Kepala Desa Cikaum Timur, Kecamatan Cikaum, Dedeh Sukaesih, Selasa (25/6/2013).

Sebaliknya, kata Dedeh, ada warga miskin malah tidak terdaftar sebagai calon penerima BLSM. "Kalau acuannya ke data BPS, itu jelas kedaluarsa dan perlu segera diperbaiki supaya tidak timbul masalah, soalnya nanti kami-kami yang di desa ini yang jadi sorotan masyarakat," katanya.

Dihubungi terpisah, Kasi Integrasi Pengolahan Diseminasi Statistik (IPDS) pada Badan Pusat Statistik (BPS) Subang, Agung Hartadi, mengakui data warga miskin penerima BLSM tahun 2013 versi instansinya sudah kedaluarsa. "Yang digunakan itu memang data direktori BPS tahun 2011," kata dia melalui layanan pesan. (Hendra Gunawan)


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

    Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

    Regional
    Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

    Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

    Regional
    Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

    Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

    Regional
    Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

    Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

    Regional
    Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

    Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

    Regional
    Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

    Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

    Regional
    Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

    Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

    Regional
    Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

    Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

    Regional
    Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

    Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

    Regional
    Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

    Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

    Regional
    Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

    Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

    Regional
    Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

    Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

    Regional
    Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

    Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

    Regional
    Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

    Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

    Regional
    Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

    Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.