Tarif Angkot di Bandung Naik 30 Persen

Kompas.com - 25/06/2013, 18:36 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com - Tarif angkutan umum di Kota Bandung dipastikan naik sekitar 25-30 persen sesuai dengan Keputusan Wali Kota (Kepwal). Kendati belum diterbitkan, banyak angkutan umum yang menarik tarif lebih dari ketentuan tadi.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung berjanji akan melakukan tindakan tegas pada angkutan umum yang memberlakukan tarif baru tidak sesuai keputusan.

"Kepwal sudah siap, tinggal kita tertibkan nanti kalau sudah ditandatangan," kata Kepala Dishub Kota Bandung Ricky Gustiadi di Bandung, Selasa (25/6/2013).

Ricky mengatakan, Dishub akan memberikan sanksi tegas kepada pengemudi angkutan kota atau angkot yang membandel. "Kalau kepwal sudah ada, otomatis pengemudi bisa diberikan sanksi jika tidak dipatuhi. Bahkan, kita akan kerjasama dengan Kasatlantas dan Satpol PP," akunya.

Sementara itu, Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kota Bandung Neneng Djuraedah mengaku telah menginstruksikan untuk menaikan tarif ketika harga BBM naik.

Hal tersebut juga dikatakannya sudah melalui kesepakatan beberapa stakeholder terkait. "Setelah harganya naik (BBM) sampai 45 persen, kami pun menaikkan tarif sesuai yang diajukan 30 persen. Karena harga sparepart juga ikut melonjak," ujar Neneng.

Dari data yang diperoleh, Dishub menetapkan besaran tarif seluruh trayek angkot kenaikan tertinggi diterapkan pada trayek Cicadas-Elang sebesar Rp 825.

Sementara, tarif terendah diterapkan pada trayek Cibogo-Elang sebesar Rp 495 (Rp 500) sesuai kilometer ritase.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

    Gagal Menyalip, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk di Cianjur

    Regional
    Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

    Usai Snorkeling, Wisatawan asal Finlandia Tewas di NTB

    Regional
    Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

    Ada Penolakan dari Warga, Wagub Sumbar Minta Kepulangan Turis China Dipercepat

    Regional
    Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

    Pemerintah Aceh Bakal Fasilitasi Kepulangan 12 Mahasiswa yang Terisolasi di Wuhan

    Regional
    Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

    Tidak Benar, Isu yang Menyebut WN China di Surabaya Terjangkit Virus Corona

    Regional
    Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

    Seorang Ibu di Jepara Tewas Terseret Banjir Saat Kendarai Sepeda Motor

    Regional
    Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

    Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak Tiga Rumah di Cirebon

    Regional
    Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

    Pilkada Surabaya, 5 Partai Deklarasi Dukung Mantan Kapolda Jatim

    Regional
    12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

    12 Mahasiswa Aceh di Wuhan Butuh Stok Makanan dan Masker Khusus

    Regional
    Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

    Longsor di Sumedang, Dua Orang Tewas dan Dua Lainnya Kritis

    Regional
    Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

    Sunda Empire Dilaporkan Roy Suryo, Ki Ageng Rangga: Maling Teriak Maling

    Regional
    RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

    RSUP Sanglah Pulangkan 2 Turis China yang Sempat Diduga Terinfeksi Virus Corona

    Regional
    4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

    4 Fakta Warga Jambi Diduga Terjangkit Corona, Pulang dari China hingga Kini Diisolasi

    Regional
    RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

    RSUP Wahidin Makassar Periksa Pasien yang Baru Pulang dari China, Hasilnya Negatif Virus Corona

    Regional
    Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

    Hindari Virus Corona, 12 Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di Wuhan Diisolasi

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X