Kompas.com - 25/06/2013, 16:47 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
SRAGEN, KOMPAS.com — Pengusaha angkutan kota di Kabupaten Sragen terpaksa mengurangi jumlah angkot yang beroperasi. Bahkan, salah satu trayek jalur 19 dihilangkan pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Trayek 19 yang melayani jurusan Pasar Bunder menuju Karangpelem, Kedawung, Sragen, terpaksa tidak beroperasi lagi alias gulung tikar. Hal tersebut diungkapkan salah satu sopir angkot di Sragen, Sukir (45).

"Untuk trayek 19 sudah tidak dipakai lagi oleh sebagian PO, mungkin hanya dua atau tiga armada saja yang lewat di jalur tersebut. Selain jauh, kenaikan BBM menjadi alasan utamanya," kata Sukir.

Kenaikan harga BBM juga membuat para pengusaha angkot menaikkan tarif angkot Rp 1.000. "Ya terpaksa kita naikkan menjadi Rp 4.000 agar bisa buat beli solar," kata Sukir.

Sukir menambahkan, kenaikan harga BBM tersebut membuat biaya operasional juga turut naik. Biaya operasional seperti bahan bakar, suku cadang, konsumsi kru bus dan sopir juga ikut naik. "Dulu dengan uang sekitar Rp 50.000- Rp 65.000 cukup, dan kita tinggal kejar setoran. Namun, sekarang minimal harus Rp 80.000 untuk operasional saja," kata Sukir.

Bagi penumpang, kenaikan tarif angkutan kota tersebut mengagetkan. Sebagian mengaku ditarik lebih dari Rp 4.000 oleh kernet bus. "Setahu saya naik Rp 4.000, tapi kernetnya bilang tolong ditambahin karena penumpang sepi. Saya kasih saja Mas," kata Sumiyatun, salah satu penumpang di trayek 19.

Seperti diberitakan, tarif angkutan kota di Kabupaten Sragen belum ada kepastian sehingga sopir terpaksa menaikan secara sepihak. Para sopir masih menunggu peraturan bupati yang mengatur tentang tarif angkot pascakenaikan harga BBM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X