Menpora: Setiap Suporter Sepak Bola Perlu Bapak Asuh

Kompas.com - 25/06/2013, 14:04 WIB
Menteri Pumuda dan Olahraga, Roy Suryo ketika berpidato pada kongres luar biasa PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (17/3/2013). KLB PSSI beragendakan pembahasan penggabungan liga profesional, draft statuta PSSI , penetapan waktu dan tempat kongres tahunan PSSI 2013, dan pembubaran KPSI. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Menteri Pumuda dan Olahraga, Roy Suryo ketika berpidato pada kongres luar biasa PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (17/3/2013). KLB PSSI beragendakan pembahasan penggabungan liga profesional, draft statuta PSSI , penetapan waktu dan tempat kongres tahunan PSSI 2013, dan pembubaran KPSI.
|
EditorFarid Assifa
BANDUNG, KOMPAS.com — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menilai perlu ada sosok yang bisa menjadi bapak asuh untuk mengayomi setiap organisasi suporter sepak bola di daerah. Pernyataan itu disampaikan untuk menindaklanjuti perilaku suporter klub sepak bola di Indonesia yang cenderung bertindak anarkistis.
 
Menpora menambahkan, sosok bapak asuh tersebut seharusnya tokoh-tokoh daerah yang disegani. "Nantinya setiap suporter akan ada bapak asuh-bapak asuh. Suporter itu pasti punya bapak asuh, entah itu tokoh setempat yang disegani, misalnya di Semarang ada mantan bupati atau wali kota," kata Roy Suryo di Bandung, Selasa (25/6/2013).
 
Lebih lanjut, Roy Suryo menambahkan, ada keuntungan sendiri jika masing-masing suporter memiliki bapak asuh. Selain ada bentuk perhatian dan pembinaan, dari sisi akomodasi, saat mendukung tim kesayangan mereka bertanding ke luar kota, itu juga bisa lebih mudah.
 
"Kalau yang minta pengawalan adik-adik suporter pasti tidak dianggap. Tapi, kalau bapak asuhnya yang minta, pasti diberikan," katanya.
 
Menurutnya, peran bapak asuh seperti yang terlihat saat insiden antarsuporter PSIS Semarang dan Persipur Purwodadi di Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Berkat adanya bapak asuh, kedua belah pihak sudah sepakat berdamai.
 
Menpora juga menaruh perhatian pada rivalitas antara dua tim ibu kota, yaitu North Jakmania (suporter Persitara Jakarta Utara) dan Jakmania yang juga kerap memakan korban jiwa.

"Ke depan, minimal satu provinsi dulu kita selesaikan juga antara Persitara dan Persija," paparnya.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Tenda Terendam Air Hujan, Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Direlokasi

    Tenda Terendam Air Hujan, Ribuan Pengungsi Erupsi Gunung Ile Lewotolok Direlokasi

    Regional
    Diterjang Puting Beliung, 23 Rumah Warga di Kalsel Porak-poranda

    Diterjang Puting Beliung, 23 Rumah Warga di Kalsel Porak-poranda

    Regional
    BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

    BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

    Regional
    Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani 'Swab Test'

    Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani "Swab Test"

    Regional
    Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

    Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

    Regional
    Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

    Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

    Regional
    8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

    8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

    Regional
    Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

    Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

    Regional
    Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

    Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

    Regional
    7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

    7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

    Regional
    Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

    Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

    Regional
    22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

    22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

    Regional
    Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

    Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

    Regional
    Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

    Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

    Regional
    Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

    Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X