Polri Selidiki Penyebab Kebakaran Lahan di Riau

Kompas.com - 25/06/2013, 13:05 WIB
Petugas bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru berpatroli saat aktifitas bandara lumpuh selama tiga jam akibat pekatnya kabut asap, Kamis (20/6/2013). Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang melanda wilayah Riau menyebabkan jarak pandang hanya mencapai 750 meter sehingga sejumlah penerbangan terpaksa ditunda dan dialihkan. TRIBUN PEKANBARU/MELVINAS PRIANANDAPetugas bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru berpatroli saat aktifitas bandara lumpuh selama tiga jam akibat pekatnya kabut asap, Kamis (20/6/2013). Kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan yang melanda wilayah Riau menyebabkan jarak pandang hanya mencapai 750 meter sehingga sejumlah penerbangan terpaksa ditunda dan dialihkan.
Penulis Sandro Gatra
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran di Kepulauan Riau. Penyelidikan dilakukan bersamaan dengan proses pemadaman api.

"Kita sedang melakukan penyelidikan. Kita melihat misalnya kenapa ada api, di mana titiknya, masih terus seperti itu. Kita tunggu hasilnya nanti," kata Kapolri di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (25/6/2013).

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan institusi penegak hukum melakukan penyelidikan. Analisis SBY, kebakaran itu kemungkinan karena faktor cuaca dan faktor kesengajaan.

Jika ditemukan ada pembakaran oleh pihak perusahaan lokal maupun asing untuk membuka lahan, menurut Presiden, maka penegakan hukum harus dilakukan. Jika belum dilakukan penyelidikan, Presiden menginstruksikan jajaran pemerintah untuk tidak memberikan pernyataan yang tidak semestinya.

Para pejabat Indonesia menyebut ada dugaan perusahaan asal Singapura yang melakukan pembakaran lahan. Asap dari kebakaran itu terbawa sampai ke Singapura dan Malaysia.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X