Kompas.com - 25/06/2013, 12:53 WIB
Penulis Farid Assifa
|
EditorFarid Assifa
MATARAM, KOMPAS.com — Sebagian korban gempa di Kabupaten Lombok Utara tidur di "berugak" karena jumlah tenda pengungsian yang dibangun tidak mampu menampung korban yang berjumlah cukup banyak.

Wakil Bupati Lombok Utara H Najmul Ahyar di Tanjung, Selasa, mengatakan, di daerahnya hampir semua warga memiliki berugak (sejenis gazebo) yang biasanya difungsikan sebagai tempat menerima tamu sehingga kekurangan tenda untuk para pengungsi bisa teratasi.

"Untuk menampung para korban gempa di Lombok Utara yang rumahnya rusak kita kekurangan tenda, tetapi beruntung masyarakat banyak yang punya berugak sehingga bisa dimanfaatkan sebagai tempat tinggal sementara," katanya.

Ia mengatakan, dengan adanya berugak tersebut, para korban gempa di Lombok Utara tidak mengalami kesulitan untuk tinggal sementara, walau pun tenda pengungsian yang dibagikan relatif kurang.
    
Menurut data BPBD Kabupaten Lombok Utara, jumlah rumah yang rusak akibat gempa berkekuatan 5,4 SR berdasarkan hasil pendataan hingga Senin (24/6/2013) mencapai 5.370. Sebanyak 3.087 di antaranya rusak berat, 1.858 rusak sedang, dan 425 rusak ringan.

Selain itu, bencana gempa bumi tersebut juga mengakibatkan lima orang luka berat, 31 orang luka ringan, dan 13 orang patah tulang. Tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut.

Bencana gempa bumi itu juga mengakibatkan 38 tempat ibadah rusak, terdiri atas 17 masjid, 19 mushala, dua pura, 114 gedung sekolah dan rumah sakit umum daerah (RSUD) Tanjung rusak ringan. Kantor Bupati Lombok Utara juga rusak, sebagian besar plafonnya jatuh.

Dia mengatakan, sehari pascagempa masyarakat mulai membersihkan tembok bangunan yang rusak dan menurunkan genting rumah secara gotong-royong agar pada saat rumah mereka diperbaiki tidak terlalu banyak membeli material bangunan.  
    
Najmul menilai, solidaritas masyarakat di Lombok Utara cukup tinggi. Kendati sama-sama menjadi korban bencana gempa bumi, tetapi mereka tolong- menolong membersihkan bekas runtuhan rumah.
    
"Ketika mengunjungi korban gempa saya menemukan masyarakat bergotong-royong membersihkan runtuhan tembok bangunan dan menurunkan genting dari rumah salah satu korban lainnya. Ini menunjukkan bahwa rasa solidaritas masyarakat kita cukup tinggi," ujarnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Najmul, dengan tingginya solidaritas masyarakat itu, pemerintah tidak terlalu susah dalam menangani dampak gempa bumi yang mengakibatkan ribuan rumah rusak.

Mengenai bantuan logistik, dia mengatakan, hari ini akan datang 30 ton logistik berupa makanan cepat saji dan berbagai jenis kebutuhan pokok lainnya untuk korban bencana gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X