Kompas.com - 25/06/2013, 12:19 WIB
Menteri Pumuda dan Olahraga, Roy Suryo ketika berpidato pada kongres luar biasa PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (17/3/2013). KLB PSSI beragendakan pembahasan penggabungan liga profesional, draft statuta PSSI , penetapan waktu dan tempat kongres tahunan PSSI 2013, dan pembubaran KPSI. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Menteri Pumuda dan Olahraga, Roy Suryo ketika berpidato pada kongres luar biasa PSSI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (17/3/2013). KLB PSSI beragendakan pembahasan penggabungan liga profesional, draft statuta PSSI , penetapan waktu dan tempat kongres tahunan PSSI 2013, dan pembubaran KPSI.
|
EditorFarid Assifa
BANDUNG, KOMPAS.com — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) bersama PT Liga Indonesia telah menetapkan tanggal pertandingan ulang antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Dari hasil kesepakatan, laga tersebut akan digelar setelah hari raya Idul Fitri atau tepatnya pada tanggal 28 Agustus 2013.

"Sudah sepakat tanggalnya dipastikan setelah bulan suci Ramadhan yaitu 28 Agustus 2013," kata Roy di sela kunjungan ke Universitas Pendidikan Indonesia, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/6/2013).

Alasannya, kata Roy menambahkan, karena kedua pihak baik PT Liga dan Menpora perlu mendapatkan kejelasan dari pihak kepolisian terkait kasus pelemparan dan perusakan bus Persib Bandung di Jakarta pada Sabtu (22/6/2013) lalu.

Ia pun mengaku telah meminta kepada PSSI dan PT Liga Indonesia untuk tidak langsung memberikan hukuman kepada salah satu tim sebelum ada kejelasan dari pihak kepolisian.

"PSSI jangan ambil langkah terburu-buru. Kalau secara teknis, Persib bisa kalah karena tidak hadir, itu kenyataan di lapangan. Tapi tidak hadirnya itu kan karena suatu hal. Itu adalah force majeur tidak bisa dihindari," paparnya.

"Tidak bisa juga mengambil kesimpulan itu adalah Jakmania dan berhubungan dengan Persija, dan Persija harus kena sanksi, jangan dulu," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, satu bus yang mengangkut rombongan pemain dan ofisial tim Persib Bandung dilempari batu oleh sekelompok orang tak dikenal di Jalan Gatot Subroto menuju Semanggi pada Sabtu siang.

Pelemparan dilakukan tak lama setelah bus meninggalkan Hotel Kartika Chandra, tempat tim Persib Bandung menginap, dan bersiap menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menjalani lanjutan pertandingan ISL melawan Persija Jakarta.

Akibat dilempari batu, bus dengan nomor polisi D 1405 H itu mengalami rusak dan kaca retak. Rombongan tim Persib Bandung akhirnya mengurungkan niat bertanding dan kembali ke Bandung.

Malam harinya, sejumlah kawasan di Kota Bandung seperti di Braga, Pasteur, Dago, dan Riau terjadi sweeping dan perusakan terhadap kendaraan bernomor polisi asal Jakarta (B) oleh sekelompok orang. Diduga kuat peristiwa tersebut merupakan aksi balasan dan terkait erat dengan kasus perusakan bus Persib Bandung di Jakarta pada Sabtu siang.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

    Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

    Regional
    Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

    Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

    Regional
    Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

    Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

    Regional
    Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

    Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

    Regional
    Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

    Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

    Regional
    Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

    Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

    Regional
    Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

    Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

    Regional
    Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

    Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

    Regional
    Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

    Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

    Regional
    Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

    Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

    Regional
    Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

    Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

    Regional
    Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

    Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

    Regional
    Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

    Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

    Regional
    Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

    Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

    Regional
    Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

    Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X