Menpora: Kasus Pelemparan Bus Persib Temui Titik Terang

Kompas.com - 25/06/2013, 11:09 WIB
Menpora Roy Suryo. KOMPAS/RIZA FATHONIMenpora Roy Suryo.
|
EditorKistyarini
BANDUNG, KOMPAS.com— Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menyatakan, kasus pelemparan bus tim Persib Bandung sudah menemui titik terang.

Roy mengatakan, Polres Metro Jakarta Selatan saat ini sudah memeriksa beberapa saksi dan barang bukti untuk mengetahui kelompok pelaku yang mengatasnamakan Jakmania itu.

"Kepolisian sudah meminta keterangan enam saksi, yang ada beberapa satpam di kantor yang berdekatan dengan tempat kejadian. Rekaman CCTV yang ada di situ kemudian keterangan dari beberapa petugas parkir yang membawa kamera juga," kata Roy di sela kunjungan ke Universitas Pendidikan Indonesia, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/6/2013).

Menpora menambahkan, bukti-bukti tersebut untuk mengetahui lebih detail kronologi kejadian penyerangan sporadis tersebut.

"Jadi kita mengetahui arah datang dari mana, pakai atribut apa, kemudian tindakan penyerangan, sampai masuknya bus tersebut ke dalam tol itu sudah saya dengar semuanya," paparnya.

Kendati demikian, belum ada pelaku yang ditangkap hingga malam ini. "Pelakunya belum ditangkap sampai dengan semalam, tapi artinya saya berharap kondisi bisa definitif agar ada efek jera," lanjut Roy.

Diberitakan sebelumnya, satu bus yang mengangkut rombongan pemain dan ofisial tim Persib Bandung dilempari batu oleh sekelompok orang tak dikenal di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, mengarah ke Semanggi, pada Sabtu (22/6/2013) siang.

Pelemparan dilakukan tak lama setelah bus meninggalkan Hotel Kartika Chandra, tempat tim Persib Bandung menginap, dan bersiap menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menjalani lanjutan pertandingan ISL melawan Persija Jakarta.

Akibat lemparan batu, bus dengan nomor polisi D 1405 H itu mengalami rusak dan kaca retak. Rombongan tim Persib Bandung akhirnya mengurungkan niat bertanding dan kembali ke Bandung.

Malam harinya, sejumlah kawasan di Kota Bandung seperti di Braga, Pasteur, Dago, dan Riau terjadi sweeping dan perusakan terhadap kendaraan bernomor polisi asal Jakarta (B) oleh sekelompok orang.

Diduga kuat aksi tersebut merupakan aksi balasan dan terkait erat dengan aksi perusakan bus Persib Bandung di Jakarta pada Sabtu siang.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

    Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

    Regional
    Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

    Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

    Regional
    5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

    5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

    Regional
    Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

    Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

    Regional
    Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

    Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

    Regional
    Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

    Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

    Regional
    Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

    Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

    Regional
    Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

    Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

    Regional
    Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

    Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

    Regional
    Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

    Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

    Regional
    Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

    Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

    Regional
    Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

    Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

    Regional
    Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

    Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

    Regional
    Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

    Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

    Regional
    [POPULER NUSANTARA] Warga Menolak Penertiban Baliho Rizieq Shihab | Uang Rp 165 Juta Milik Sujinah di KUD Tak Bisa Diambil

    [POPULER NUSANTARA] Warga Menolak Penertiban Baliho Rizieq Shihab | Uang Rp 165 Juta Milik Sujinah di KUD Tak Bisa Diambil

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X