Kompas.com - 24/06/2013, 16:26 WIB
Tim penasehat hukum berbincang saat akan menjalani sidang perdana kasus penyerangan LP Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (20/6/2013). Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwan tersebut dibagi menjadi empat berkas dengan 12 terdakwa dari prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartosura terkait kasus penyerangan LP Cebongan yang menewaskan 4 tahanan titipan Polda DI Yogyakarta. TRIBUNJOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI Tim penasehat hukum berbincang saat akan menjalani sidang perdana kasus penyerangan LP Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (20/6/2013). Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwan tersebut dibagi menjadi empat berkas dengan 12 terdakwa dari prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartosura terkait kasus penyerangan LP Cebongan yang menewaskan 4 tahanan titipan Polda DI Yogyakarta.
|
EditorFarid Assifa
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Penasihat hukum terdakwa kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di berkas kedua, Letkol CHK Yaya Supriyadi, menyatakan, perusakan dan penganiayaan petugas sipir dilakukan sendiri-sendiri, bukan dikeroyok. Karena itu, tim penasihat hukum kelima terdakwa secara tegas menolak dakwaan Oditur Militer.

Di persidangan berkas kedua ini, para terdakwa yang dihadirkan ialah Sertu Tri Juwanto, Sertu Anjar Rahmanto, Sertu Martinus Roberto Paulus, Sertu Suprapto, dan Sertu Erman Siswoyo.

Sebelumnya, di persidangan pertama, pada Kamis (20/6/2013), Oditur Militer menjerat lima terdakwa dengan Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP tentang pembunuhan berencana subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 dan lebih subsider Pasal 351 (1) jo Ayat 3 KUHP jo Pasal 55 serta dikenai Pasal 170 Ayat (1) KUHP tentang penganiayaan.

"Dakwaan Oditur Militer kabur sebab tidak menyebutkan peran masing-masing terdakwa dalam perencanaan penyerangan atau pembunuhan," ungkap Letkol CHK Yaya Supriyadi dalam pembacaan eksepsi di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Senin (24/6/2013).

Yaya mengungkapkan bahwa para terdakwa juga tidak menganiaya petugas lapas dan perusakan CCTV maupun monitor serta ruang kalapas dan ruang senjata secara bersama-sama. Perbuatan tersebut dilakukan secara sendiri-sendiri.

"Kelima terdakwa hanya diajak untuk mencari preman kelompok Marcel di Yogya," tandasnya.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, Yaya menilai dakwaan dari Oditur Militer tidaklah lengkap dan kabur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena itu, kami meminta majelis hakim untuk menerima eksepsi dari penasihat hukum dan menolak seluruh isi dakwaan," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, sidang kedua kasus penyerangan Lapas Cebongan hari ini, Senin pukul 09.30 WIB, kembali digelar dengan agenda pembacaan eksepsi oleh penasihat hukum ke 12 terdakwa.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

    Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

    Regional
    Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

    Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

    Regional
    Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

    Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

    Regional
    Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

    Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

    Regional
    Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

    Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

    Regional
    Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

    Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

    Regional
    Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

    Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

    Regional
    Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

    Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

    Regional
    KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

    KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

    Regional
    Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

    Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

    Regional
    Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

    Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

    Regional
    Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

    Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

    Regional
    Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

    Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

    Regional
    Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

    Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

    Regional
    Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

    Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X