Kompas.com - 24/06/2013, 15:30 WIB
SIDANG PERDANA. Tiga dari dua belas terdakwa prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartosura menjalani sidang perdana kasus penyerangan LP Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (20/6/2013). Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwan tersebut dibagi menjadi empat berkas dengan 12 terdakwa dari prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartosura terkait kasus penyerangan LP Cebongan yang menewaskan 4 tahanan titipan Polda DI Yogyakarta. TRIBUNJOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI SIDANG PERDANA. Tiga dari dua belas terdakwa prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartosura menjalani sidang perdana kasus penyerangan LP Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (20/6/2013). Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwan tersebut dibagi menjadi empat berkas dengan 12 terdakwa dari prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartosura terkait kasus penyerangan LP Cebongan yang menewaskan 4 tahanan titipan Polda DI Yogyakarta.
|
EditorFarid Assifa
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Tim kuasa hukum terdakwa Ucok cs dalam eksepsinya menyebutkan bahwa tindakan Serda Ucok cs menyerang Lembaga Pemasyarakatan Cebongan tak direncanakan. Pernyataan itu diungkapkan dalam eksepsi persidangan kedua kasus Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Senin (24/6/2013).

Sebelumnya, dalam dakwaan primer, Oditur Militer (Otmil) menjerat Ucok cs dengan Pasal 340 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Menurut Letkol Chk Rokhmat, salah satu penasihat hukum terdakwa, dakwaan itu tidak sesuai atau kabur sebab tindakan para terdakwa tidaklah direncanakan sebelumnya.

"Tindakan dilakukan seketika untuk memastikan informasi yang didapat dari masyarakat bahwa preman yang membunuh Serka Heru Santoso ada di sana. Sebelumnya, mereka tidak punya rencana datang ke lapas," tutur Rokhmat, Senin, dalam pembacaan eksepsi.

Faktanya, lanjut Rokhmat, para pelaku tidak mengetahui lokasi Lapas Cebongan, Sleman, dan harus bertanya kepada masyarakat. Selain itu, ketika sudah sampai lokasi dan masuk ke Lapas Cebongan, terdakwa Ucok harus bertanya kepada semua tahanan tentang identitas kelompok Deki cs dan keberadaannya.

"Terdakwa harus bertanya dulu sebelum masuk sel Deki cs, itu fakta mereka belum memetakan lokasi, jadi tidak direncanakan," tandasnya.

Letkol Chk Rokhmat menjelaskan, jika dianalisis secara kemampuan militer, perbuatan tiga terdakwa juga tidak mencerminkan adanya perencanaan. Alasannya, jelas Rokhmat, peristiwa berlangsung relatif lama, padahal para terdakwa merupakan tentara khusus yang terlatih dan berpengalaman dalam tugas operasi militer. Kalau direncanakan, kejadian akan berlangsung sangat cepat.

"Mereka merupakan pasukan terlatih dan berpengalaman dalam tugas operasi militer. Tindakannya pasti cepat jika direncanakan," tandasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alasan lainnya, para terdakwa terlebih dulu menanyakan kunci. Seharusnya, ketika telah terencana, para terdakwa tidak perlu menanyakan kunci karena sudah menyiapkan sebelumnya. Terdakwa juga datang bersamaan dengan hari pemindahan tahanan Deki cs ke Lapas Cebongan. Kalau direncanakan, pasti butuh waktu sesuai perkiraan intelijen dan operasi untuk memperhitungkan untung ruginya.

Berdasarkan semua data fakta itu, tim penasihat hukum terdakwa Deki cs meminta majelis hakim menolak surat dakwaan dan membatalkannya demi hukum.

Seusai pembacaan eksepsi, Otmil Letkol (Sus) Budiharto menyatakan akan mengajukan tanggapan tertulis dan meminta batas waktu sampai hari Rabu (26/6/2013). Ketua Majelis Letkol Chk Joko Sasmito memutuskan menunda sidang dan akan dilanjutkan pada Rabu (26/6/2013) sekitar pukul 09.00 WIB.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

    Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

    Regional
    Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

    Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

    Regional
    Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

    Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

    Regional
    Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

    Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

    Regional
    Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

    Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

    Regional
    Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

    Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

    Regional
    AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

    AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

    Regional
    Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

    Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

    Regional
    9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

    9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

    Regional
    Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

    Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

    Regional
    Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

    Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

    Regional
    Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

    Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

    Regional
    Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

    Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

    Regional
    Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

    Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

    Regional
    Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

    Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.