Kompas.com - 24/06/2013, 15:27 WIB
Tim penasehat hukum berbincang saat akan menjalani sidang perdana kasus penyerangan LP Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (20/6/2013). Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwan tersebut dibagi menjadi empat berkas dengan 12 terdakwa dari prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartosura terkait kasus penyerangan LP Cebongan yang menewaskan 4 tahanan titipan Polda DI Yogyakarta. TRIBUNJOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI Tim penasehat hukum berbincang saat akan menjalani sidang perdana kasus penyerangan LP Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Kamis (20/6/2013). Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwan tersebut dibagi menjadi empat berkas dengan 12 terdakwa dari prajurit Kopassus Grup II Kandang Menjangan Kartosura terkait kasus penyerangan LP Cebongan yang menewaskan 4 tahanan titipan Polda DI Yogyakarta.
|
EditorKistyarini
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta hari ini, Senin (24/6/2013), kembali menggelar persidangan kasus penyerangan Lapas Klas IIB Cebongan, Sleman, dengan menghadirkan 12 terdakwa anggota Kopassus grup 2 Kandang Menjangan Kartosura.

Agenda di sidang lanjutan yang kedua ini adalah penyampaian eksepsi oleh penasihat hukum para terdakwa. Seperti penyelenggaraan sidang pertama pada Kamis (20/6/2013) lalu, persidangan kedua ini juga dilakukan di dua ruang sidang yang berbeda.

Persidangan yang seharusnya dijadwalkan di mulai pukul 09.00 WIB, sempat mundur selama 30 menit. Penyebabnya, perjalanan rombongan terdakwa dari Denpom Jalan Magelang, tempat mereka ditahan, ke Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta tertahan macet.

Di ruangan sidang utama dengan berkas pertama dihadirkan tiga terdakwa, yakni Serda Ucok Tigor Simbolon, Sertu Sugeng Sumaryanto, dan Koptu Kodik.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai oleh Letkol Chk Dr Joko, penasihat hukum ketiga terdakwa Letkol Chk Rokhmat menjelaskan dakwaan primer yang disampaikan oleh oditur militer, yaitu Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1)  KUHP tentang Pembunuhan Berencana, kabur.

Dipaparkannya, tidak ada penjelasan perencanaan tindakan yang dilakukan oleh para terdakwa atau tidak menguraikan unsur-unsur perencanaan. "Kabur karena tidak bisa menjelaskan tentang unsur-unsur perencanaan tindakan," kata Letkol Chk Rokhmat.

Sementara dalam dakwaan Subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP tentang Merampas Nyawa Orang Lain, penasihat hukum menyatakan dalam laporan, para terdakwa melakukan pembunuhan yang diatur dalam Pasal 340, 338, dan 351 Ayat 3 KUHP. Namun, oditur juga memasukkan Pasal 103 KUHPM, yaitu tidak menaati perintah atasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menanggapi Pasal 103 KUHPM, penasihat hukum terdakwa menegaskan tidak ditemukan fakta pelanggaran KUHPM Militer karena tidak ada laporan dari komandan satuan sehingga dakwaan tidak sesuai.

"Kami meminta kepada Majelis Hakim yang terhormat agar menerima permohonan eksepsi dan menolak seluruh dakwaan demi hukum," ucap Letkol Chk Rokhmat di akhir pembacaan eksepsi.

Seusai pembacaan eksepsi dari penasihat hukum para terdakwa, Ketua Majelis Hakim Letkol Chk Dr Joko menunda sidang hingga Rabu (26/6/2013) dengan agenda pembacaan tanggapan atas eksepsi yang dibacakan oleh penasihat hukum terdakwa.

Sebelumnya diberitakan, pada sidang di ruang kedua dengan terdakwa Serma Rokhmadi, Serma Mohammad Zaenuri, dan Serma Sutar, penasihat hukum juga menyatakan hal senada. Dalam eksepsi ketiganya dikatakan, bahwa dakwaan tidak diuraikan secara lengkap sesuai UU No 31 tahun 2007 Pasal 130 Ayat 2 tentang Peradilan Militer.

Dua belas anggota Kopassus Kandang Menjangan Kartasura ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Cebongan, Sleman, pada 23 Maret 2013.

Mereka menembak mati empat tahanan titipan Polda DI Yogyakarta, tersangka penganiayaan yang menewaskan seorang anggota TNI AD Sertu Santoso di Hugo's Cafe Yogyakarta.

Keempat tahanan, masing-masing Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga, Yohanes Juan Mambait, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu, ditembak di hadapan puluhan narapidana.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

    Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

    Regional
    Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

    Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

    Regional
    Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

    Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

    Regional
    Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

    Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

    Regional
    Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

    Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

    Regional
    Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

    Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

    Regional
    Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

    Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

    Regional
    Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

    Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

    Regional
    Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

    Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

    Regional
    Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

    Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

    Regional
    Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

    Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

    Regional
    Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

    Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

    Regional
    Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

    Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

    Regional
    Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

    Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

    Regional
    Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

    Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.