Kompas.com - 24/06/2013, 14:58 WIB
Karena tak mampu dan tak punya uang untuk membayar sewa taksi yang melonjak pascakenaikan harga BBM siswa di pulau terpencil di Polewali Mandar, Sulawesi Barat telantar di dermaga. KOMPAS.com/ JunaediKarena tak mampu dan tak punya uang untuk membayar sewa taksi yang melonjak pascakenaikan harga BBM siswa di pulau terpencil di Polewali Mandar, Sulawesi Barat telantar di dermaga.
|
EditorFarid Assifa
POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com — Keputusan pemilik perahu angkutan antarpulau atau biasa disebut “taksi” menaikkan tarif secara sepihak pascakenaikan harga BBM, membuat warga pulau terpencil di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terkejut. Tarif taksi yang selama ini dibayar Rp 3.000 naik menjadi Rp 5.000 per penumpang.

Anak-anak dan siswa sekolah yang selama ini bisa naik taksi secara gratis, kini harus membayar Rp 1.000 seperti penumpang lainnya. Sejumlah siswa yang tidak membawa uang sewa perahu ini sempat tertahan di dermaga Tonyamang. Meski memohon ke sejumlah pengemudi taksi agar bisa menumpang gratis, tetapi mereka tak digubris pemilik taksi.

Misalnya, Bambang Zulfikar, salah satu siswa terpencil dari Pulau Battoa ini tertahan di dermaga Tonyamang selama berjam-jam lantaran sejumlah pemilik perahu tak bersedia memberi tumpangan gratis untuk pulang ke rumah.

“Tunggu taksi sampai ada yang bisa memberi tumpangan gratis,” ujar Bambang menirukan ucapan pemilik perahu.

Seperti siswa lainnya, Bambang hanya duduk-duduk di sepanjang dermaga sambil berharap ada pemilik taksi bisa memberi tumpangan gratis agar bisa pulang ke rumahnya. Maklum, sejak kenaikan harga BBM banyak pemilik taksi yang selama ini menggratiskan ongkos bagi anak-anak dan siswa sekolah, kini meminta bayaran minimal Rp 1.000 per siswa.

Bambang mengaku uang jajan Rp 2.000 yang diberikan orangtuanya sudah dihabiskan untuk jajan. Dia pun tidak punya uang lagi untuk ongkos perahu pulang ke rumah.

Sejumlah pemilik taksi yang menolak disebutkan namanya mengaku menaikkan tarif 20 persen secara sepihak karena biaya operasional mereka sudah tak sebanding dengan tarif lama. Mereka juga mengaku terpaksa memberlakukan tarif perahu bagi para siswa SD hingga SMA yang sebelumnya gratis.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

    Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

    Regional
    Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

    Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

    Regional
    Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

    Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

    Regional
    Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

    Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

    Regional
    Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

    Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

    Regional
    Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

    Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

    Regional
    6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

    6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

    Regional
    Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

    Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

    Regional
    Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

    Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

    Regional
    Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

    Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

    Regional
    Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

    Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

    Regional
    Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

    Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

    Regional
    MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

    MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

    Regional
    Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

    Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

    Regional
    Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

    Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X