Tanah Sekitar Borobudur Banyak Dikuasai Asing

Kompas.com - 24/06/2013, 12:53 WIB
Prosesi sebelum puncak perayaan Tri Suci Waisak 2557 BE/2013 di pelataran  Candi Borobudur, Sabtu malam (25/5/2013). KOMPAS.com/IKA FITRIANAProsesi sebelum puncak perayaan Tri Suci Waisak 2557 BE/2013 di pelataran Candi Borobudur, Sabtu malam (25/5/2013).
|
EditorFarid Assifa
MAGELANG, KOMPAS.com — Candi Borobudur yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memang mempunyai daya tarik tersendiri. Tidak hanya candinya, tetapi juga kawasan sekitarnya mempunyai potensi wisata dan bisnis. Karenanya banyak pihak yang berlomba-lomba ingin memiliki investasi di Candi Borobudur, termasuk pihak asing.

Menurut Ajik, koordintor Local Working Group (Kelompok Kerja) Destination Management Organization (DMO), sejauh ini pihak asing sudah menguasai tanah, terutama bagian barat Candi Borobudur, baik tanah pekarangan maupun tanah dalam bentuk sawah.

“Konsentrasi penguasaan tanah di wilayah Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, itu berada di kawasan antara titik nol hingga 1 km dari obyek wisata,” jalas Ajik, akhir pekan kemarin.

Bahkan disebutkan Ajik, konsentrasi penguasaan tanah di kawasan obyek wisata Candi Borobudur sudah mencapai 30 hektar dari total tanah yang ada sekitar 300 hektar. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat.

“Jumlah yang paling besar atau sekitar 50 persen adalah tanah yang berada di sebelah selatan Candi Borobudur, mencapai 16 hektar,” tandasnya.

Untuk itu, pihaknya membuat pemetaan wilayah khusus agar penguasaan tanah oleh orang asing bisa dilokalisasi. Upaya tersebut dilakukan agar kawasan candi sebagai destinasi wisata tetap terjaga. Begitu juga bagi umat Buddha, diberi lokasi khusus untuk beribadah karena bagaimanapun juga umat Buddha merupakan pewaris utama candi yang dibangun pada masa Dinasti Syailendra itu.

“Tujuan mereka membeli tanah di Borobudur beragam, ada yang untuk kepentingan bisnis, investasi, dan lainnya. Tetapi yang paling banyak, untuk membuat tempat penginapan,” katanya.

Ke depan, pihaknya berharap akuisisi tanah oleh pihak asing bisa tertata. Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai kegiatan yang melibatkan stakeholder, dengan meningkatkan peran dan kapasitas masyarakat Borobudur secara lebih luas dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengendalian pembangunan kepariwisataan berkelanjutan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X