Kompas.com - 24/06/2013, 12:37 WIB
Sebuah mobil Jeep yang digunakan pendemo saat berunjuk rasa di PN Tobelo Halmahera Utara, Maluku Utara, Senin (24/6/2013), terpaksa disita Polisi karena menggunakan tanki rakitan di bagian belakang mobil. Diduga, tanki rakitan berkisar 1.000 liter itu digunakan untuk menimbun BBM. KOMPAS.com/Anton Abd KarimSebuah mobil Jeep yang digunakan pendemo saat berunjuk rasa di PN Tobelo Halmahera Utara, Maluku Utara, Senin (24/6/2013), terpaksa disita Polisi karena menggunakan tanki rakitan di bagian belakang mobil. Diduga, tanki rakitan berkisar 1.000 liter itu digunakan untuk menimbun BBM.
|
EditorFarid Assifa
HALMAHERA, KOMPAS.com - Niat menggelar aksi unjuk rasa di Pengadilan Negeri (PN) Tobelo Halmahera Utara, Maluku Utara, mobil pendemo malah disita polisi. Masalahnya, mobil tersebut diduga dijadikan sarana untuk menimbun BBM.

Awalnya, sejumlah warga dari Galela Halmahera Utara berniat menggelar aksi unjuk rasa di PN Tobelo terkait sidang lanjutan kasus perusakan fasilitas PT Morotai Marine Culture (MMC), Senin (24/6/2013). Dari Galela, ratusan pendemo ini menggunakan 2 unit truk dan 1 unit mobil Jeep.

Warga berniat demo di PN Tobelo untuk meminta majelis hakim tidak menjatuhkan hukuman pidana pada salah seorang pejabat di Kabupaten Pulau Morotai, Isyan Latuconsina. Sebelumnya, Isyan dijadikan tersangka dalam kasus perusakan fasilitas PT MMC di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Saat tiba di depan PN Tobelo, para pendemo ini dihadang aparat dari Polres Tobelo lengkap atribut anti huru-haranya. Puluhan petugas polisi ini langsung meminta para pendemo turun dari mobilnya. Selanjutnya petugas polisi memeriksa satu persatu pendemo.

"Kita sweeping jangan sampai pendemo membawa senjata tajam," ungkap seorang petugas polisi saat ditemui di lokasi demonstrasi.

Tak ada senjata tajam ditemukan sebagaimana dikhawatirkan petugas polisi. Namun polisi malah menemukan sebuah mobil Jeep yang dikendarai pendemo yang bagian belakangnya sudah dirakit. Ada sebuah tangki minyak hasil modifikasi yang disimpan di bagian belakang mobil Jeep berwarna hitam itu. Ukuran tangki tersebut diperkirakan dapat menampung BBM 1.000 liter dan diduga digunakan pemilik mobil untuk menimbun BBM.

Belum diketahui jelas tangki sebesar itu berisi BBM atau tidak. Para pendemo pun tak bisa menjelaskan kepada polisi terkait mobil Jeep yang digunakannya.

"Mobil ini juga tidak punya surat-surat baru begitu tangki minyaknya dirakit. Jadi kita tahan dulu di Polres, nanti pemiliknya datang menjelaskan," ungkap petugas polisi lainnya.

Mobil Jeep yang semestinya mengangkut pendemo itu pun terpaksa diamankan di Mapolres Tobelo.

"Kami juga tidak tahu kalau mobil ini ada rangki rakitan karena kita hanya menggunakannya untuk kepentingan demo," jelas Ali, seorang pendemo.

Meski satu mobil sudah ditahan polisi, namun pendemo tetap melanjutkan demi di depan kantor PN Tobelo. Petugas polisi mengawal ketat aksi tersebut dengan menurunkan satu unit water cannon, termasuk pasukan anti huru-hara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

    Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

    Regional
    Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

    Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

    Regional
    Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

    Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

    Regional
    Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

    Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

    Regional
    KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

    KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

    Regional
    Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

    Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

    Regional
    Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

    Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

    Regional
    Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

    Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

    Regional
    Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

    Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

    Regional
    Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

    Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

    Regional
    Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

    Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

    Regional
    Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

    Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

    Regional
    PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

    PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

    Regional
    Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

    Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

    Regional
    Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

    Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.