Kompas.com - 24/06/2013, 08:27 WIB
Anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) mengadakan pertemuan dengan kelompok warga eks Timor Timur di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, TTU, Nusa Tenggara Timur, Minggu (24/6/2013). KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BEREAnggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) mengadakan pertemuan dengan kelompok warga eks Timor Timur di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, TTU, Nusa Tenggara Timur, Minggu (24/6/2013).
KEFAMENANU, KOMPAS.com - Sejumlah warga eks Timor Timur di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, meminta pengurusan akta kelahiran untuk anak-anak mereka digratiskan.

Hal itu disampaikan 30 warga perbatasan RI-Timor Leste itu, di sela-sela hearing antara anggota DPRD Kabupaten TTU, yang difasilitasi oleh Plan Indonesia Program Unit Kefamenanu dengan dukungan dana dari Uni Eropa, Minggu (23/6/2013).

Menanggapi permintaan itu, anggota DPRD Kabupaten TTU, Agustinus Talan mengatakan akan mengusulkan hal itu dalam sidang paripurna di DPRD.

“Ini permintaan yang memiliki makna filosofis dan tentunya kita akan berkomitmen untuk menyampaikan dalam sidang paripurna nanti, agar akta kelahiran bagi anak-anak dari penduduk eks Timor Leste, dibebaskan dari biaya administrasi,” jelas Talan.

Talan juga menyatakan kesediannya membantu pengurusan akte kelahiran bagi 111 anak SMPN Napan yang sampai saat ini, belum juga memiliki akta kelahiran.

“Akta kelahiran sangatlah penting dimiliki oleh semua warga negara, karena khusus untuk anak-anak, yang kelak akan melamar pekerjaan salah satu persyaratannya harus memiliki akta kelahiran,”kata Talan.

“Adik-adik ini kita pacu untuk memiliki akta kelahiran, karena apabila mau tes polisi, pegawai negeri sipil atau pekerjaan lainnya, harus urus akta Kelahiran. Saya siap bantu telepon Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, urus satu hari saja selesai, apabila semua dokumen persyaratan telah lengkap,” papar Talan.

Sementara itu Universal Birth Registration Supervisor, Plan Indonesia PU Kefamenanu, Tirza Claudia, mengatakan hearing bertujuan untuk membantu anggota DPRD memahami situasi anak-anak dan pemuda di desa serta meyakinkan anggota parlemen tentang pentingnya pencatatan kelahiran dan advokasi untuk penerapan peraturan daerah tentang desentralisasi pelayanan pencatatan kelahiran.

“Plan Indonesia sebagai LSM International, sangat fokus terhadap isu rendahnya tingkat kepemilikan akte kelahiran di Kabupaten TTU, sehingga pertemuan dengan anggota DPRD ini pun masih akan dilakukan di tiga desa lainnya di Kecamatan Bikomi Utara pada tanggal 25 sampai 26 Juni 2013 mendatang,” jelas Claudia.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.