Korban Gempa Lombok Tidur di Tempat Seadanya

Kompas.com - 24/06/2013, 08:14 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
MATARAM-KOMPAS.com — Sebagian korban gempa di Lombok Utara hingga Minggu (23/6/2013) malam masih harus tidur di tenda darurat terbuka. Sebagian yang lain tidur di berugak, sejenis balai-balai beratapkan jerami atau daun kelapa. Warga memilih tidur dengan fasilitas seadanya karena belum ada bantuan tenda.

"Terpal ini kami beli sendiri," Kata Suhaili, salah seorang warga yang rumahnya rata dengan tanah. Tinggal di tenda darurat dekat dengan rumah dipilih warga untuk mengamankan barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

"Kemarin malam ada pencuri yang coba masuk. Mereka mengincar ternak dan kendaraan bermotor," Kata Umar Wirahadi, warga Desa Medana, Minggu (23/6/2013). Dia mengaku sudah dua malam tidak bisa tidur dan memilih untuk berjaga-jaga bersama sejumlah aparat kepolisian dan TNI yang disiagakan di desa mereka.

Kondisi keamanan yang rawan dibenarkan oleh Kadus Gol, Mukti. Menurut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri untuk melakukan ronda bersama. "Mulai jam sepuluh (malam) warga dan aparat akan melakukan patroli untuk mengantisipasi keamanan," Kata Mukti.

Di Dusun Gol, salah satu dusun yang terdampak gempa berskala 5,4 SR terdapat 151 rumah warga yang rusak. Dari jumlah itu, 132 di antaranya rusak berat dan sisanya rusak ringan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X