Surat Edaran soal Saksi PIlwakot Bandung Dipersoalkan

Kompas.com - 24/06/2013, 06:53 WIB
Ketua tim advokasi dan tim sukses pasangan nomor urut 6, MQ Iswara - Asep Dedy Ruyadi (IDE), yakni, Agus Sihombing (kiri) didampingi para tim suksesnya sedang memperlihatkan surat edaran kehadiran saksi untuk hadir di tempat pemungutan suara (TPS) di 4.118 TPS yang dianggapnya surat tersebut telah melanggar aturan, dalam konferensi persnya, di kantor DPD Golkar, Jalan Maskumambang, Minggu, (23/6/2013). KOMPAS.com/Rio KuswandiKetua tim advokasi dan tim sukses pasangan nomor urut 6, MQ Iswara - Asep Dedy Ruyadi (IDE), yakni, Agus Sihombing (kiri) didampingi para tim suksesnya sedang memperlihatkan surat edaran kehadiran saksi untuk hadir di tempat pemungutan suara (TPS) di 4.118 TPS yang dianggapnya surat tersebut telah melanggar aturan, dalam konferensi persnya, di kantor DPD Golkar, Jalan Maskumambang, Minggu, (23/6/2013).
|
EditorPalupi Annisa Auliani
BANDUNG, KOMPAS.com — Ketua tim advokasi dan tim sukses pasangan nomor urut 6 di Pemilu Wali Kota Bandung, MQ Iswara-Asep Dedy Ruyadi (IDE), Agus Sihombing, mempertanyakan kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, terkait surat edaran tentang kehadiran saksi di 4.118 tempat pemungutan suara (TPS). Ada tiga surat edaran KPU yang dipertanyakan.

Agus mengatakan, semula KPU menerbitkan surat bernomor 384/KPU/Kota/VI/2013. Tiba-tiba surat diubah dan diganti dengan surat bernomor 351/KPU/Kota/VI/2013, yang kemudian diganti lagi dengan surat bernomor SE 355/KPU/Kota/ 011.329135/VI.

Menurut Agus, surat edaran pertama mewajibkan saksi hadir selambat-lambatnya pukul 09.00 WIB. Dalam surat kedua, ketentuan itu berubah menjadi pukul 06.00 WIB, yang kemudian diubah lagi menjadi pukul 07.00 WIB.      

Agus berpendapat, akibat perubahan jadwal dan surat edaran ini, 40 persen saksi penghitungan suara dari kubu IDE tidak dapat mengitungi perhitungan suara. Akibatnya, kata dia, rentan terjadi kecurangan dalam proses ini dan menguntungkan salah satu pasangan calon.

"Jelas kami merasa dirugikan. Kami menganggap Pilwalkot Bandung ini tidak sah karena sudah melanggar aturan," tegas Agus. Dia menduga penggantian surat edaran itu tidak dilakukan dalam rapat pleno KPU Kota Bandung.

"Apakah benar KPU mengeluarkan surat 351 dan 355 berdasarkan rapat pleno? Kalau benar, kapan dan di mana rapat pleno itu berlangsung karena tim kami tidak menemukan ada rapat di KPU Bandung," tanya Agus. Dia mengatakan timnya akan menempuh semua jalur yang dimungkinkan untuk mempersoalkan hal ini.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Jaringan Suara Indonesia (JSI), pasangan nomor 4 Ridwan Kamil-Oded Danial yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra unggul dengan perolehan 44,55 persen suara. Sampel data disebut telah masuk 100 persen, dengan 62.351 responden di 270 TPS, tingkat partisipasi pemilih di kisaran 56,93 persen dan marjin kesalahan 1 persen.

Posisi kedua hitung cepat ditempati pasangan nomor urut 1, Edi Siswadi-Erwan Setiawan, yang diusung Partai Demokrat dengan perolehan 17,63 persen suara. Peringkat ketiga ditempati pasangan nomor urut 5 yang disusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan perolehan 15,38 persen.

Pasangan independen nomor urut 2, Wahyudin Karandinata-Toni Apriliani menempati urutan ke-4 dengan 8,06 persen. Kemudian, pasangan nomor 6 yang diusung Partai Golkar, yakni, MQ Iswara-Asep Dedi Ruyadi, menempati peringkat ke-5 dengan 7,92 persen.

Tiga peringkat terakhir ditempati pasangan independen. Ketiga kandidat itu adalah pasangan Budi Setiawan-Rizal Firdaus, Wawan Dewanta-M Sayogo, dan Bambang Setiadi-Alex Tahsin Ibrahim.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X