JSI: Ridwan Kamil Menang karena Gempa Politik

Kompas.com - 23/06/2013, 21:48 WIB
|
EditorKistyarini
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN Ridwan Kamil (kiri) dan Oded Muhammad Danial menyampaikan orasi politik saat keduanya mendeklarasikan diri sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Bandung 2013 di Monumen Perjuangan Rakyat Jabar, Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung, Minggu (17/3/2013).
BANDUNG, KOMPAS.com - Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Jaringan Suara Indonesia (JSI) pasangan nomor 4 Ridwan Kamil - Oded M. Danial unggul dengan perolehan 44,55 persen suara dalam Pemilihan Wali Kota Bandung periode 2013-2018 dengan margin error 1 persen. 
Wakil Direktur Ekeskutif Jaringan Suara Indonesia (JSI) Fajar Tamin memastikan bahwa pasangan Ridwan Kamil-Oded dipastikan menang dalam hitung cepat versi JSI.

"Dalam Pilkada Bandung 2013, kami memastikan Ridwan Kamil adalah pemenangnya, karena perolehannya sangat jauh sekali dengan tujuh kandidat pasangan lainnya," kata Fajar di Hotel Preager Bandung, Jalan Asia Afrika, Bandung, Minggu, (23/6/2013).

Fajar berpendapat, kemenangan Ridwan Kamil diakibatkan karena gempa politik, yakni berbagai kasus yang terjadi di lingkup Pemerintah Kota Bandung.

"Kemenangan Ridwan ini diakibatkan gempa politik, seperti kita ketahui bersama banyak kasus yang terjadi di pemerintah kota Bandung yang pada akhirnya merugikan pasangan-pasangan yang sebelumnya dijagokan. Kasus di Bandung ini begitu booming diangkat media massa, sehingga dampaknya berakibat fatal, misalnya kepada pasangan incumbent, Ayi-Nani dan Edi Sis-Erwan," kata Fajar.

Hal senada dikatakan Direktur Riset JSI Eka Kusmayadi. Menurut Eka, masyarakat Bandung tentu tidak ingin dipimpin oleh pemimpin yang sebelumnya pernah tersangkut kasus korupsi.

"Sudah ramai kan, bahwa Dada Rosada terus menerus dipanggil KPK. Masyarakat juga pasti menilai, apalagi keterkaitannya dengan KPK, masyarakat kan bertanya, ada apa? Tentu ini sangat berpengaruh kepada istrinya yeng mencalonkan sebagai wakil, kan seperti itu, sehingga suaranya merosot," beber Eka.

Menurut Eka, masyarakat yang muak pada berbagai kasus yang melibatkan para pejabat Kota Bandung pun jatuh hati pada sosok Ridwan Kamil.

Fajar menambahkan, masyarakat Bandung menginginkan perubahan dan mereka memandang sosok Ridwan bisa diharapkan untuk mewujudkan perubahan itu.

"Keinginan perubahan masyarakat untuk kotanya sendiri begitu kuat. Ridwan kamil dianggap sebagai sosok atas perubahan itu. Masyarakat menganggap bahwa Ridwan Kamil mampu mengatasi segala permasalahan di Bandung, seperti banjir, macet, banyaknya sampah, kesemerawutan tata kota, dan banyak lagi," bebernya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil hitung cepat oleh JSI, pasangan nomor 4 Ridwan Kamil - Oded M. Danial unggul dengan perolehan 44,55 persen. Di posisi kedua ditempati pasangan nomor urut 1, Edi Siswadi - Erwan Setiawan dengan perolehan 17,63 persen. Kemudian dikuntit pasangan nomor 5 Ayi Vivananda-Nani Suryani (15,38 persen), pasangan nomor 4 Wahyudin Karandinata-Toni Apriliani (8,06 persen).

Posisi berikutnya diduduki pasangan nomor 6 MQ Iswara- Asep Dedi Ruyadi (7,92 persen), pasangan independen, yakni, pasangan nomor urut 7, Budi Setiawan - Rizal Firdaus 2,93 persen. Wawan Dewanta - M Sayogo 8, 06 persen, dan Bambang Setiadi-Alex Tahsin Ibrahim 1,38 persen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X