Tuntut Gaji, 11 Pemain PSMS Medan Tidur di Emperan Monas

Kompas.com - 23/06/2013, 14:12 WIB
Ilustrasi Tribunnews/Dany PermanaIlustrasi
Penulis Farid Assifa
|
EditorFarid Assifa
JAKARTA, KOMPAS.com — Upaya mengadukan nasib 11 pemain PSMS Medan ke Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) tak mudah bak membalik telapak tangan.

Dody, stopper PSMS Medan, mengatakan, mereka sempat punya kenalan warga negara asing yang bermain di Persiko Tanjung Jabung Barat, Jambi, yang punya kediaman di kawasan Tangerang, Banten, tak jauh dari bandara. Di rumah tersebut mereka menginap selama satu malam sebelum meneruskan perjalanan ke ibu kota untuk memperjuangkan hak mereka.

Pada hari Selasa 11 Juni 2013, kesebelas pemain itu akhirnya bisa menyambangi kantor PT Liga. Mereka ditemui oleh Sekretaris PT Liga Indonesia, Tigor Shalom Boboy dan staf bagian Pengesahan Pemain PT Liga, Johnny Toeken. Kepada dua orang pejabat PT Liga itu kesebelas pemain PSMS Medan menceritakan nasib mereka yang tidak kunjung menerima gaji.

Selesai bertemu dengan pejabat PT Liga, mereka berencana menumpang di kediaman Muhamad Ali Nafiyah (50), mantan pemain PSMS Medan di pertengahan tahun 1980 yang tinggal di Jalan Bungur, Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Kesebelas pemain itu menyewa angkot untuk menuju rumah Ali, tapi sialnya sang sopir angkot justru membawa mereka ke Jalan Bungur yang terletak di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, alhasil mereka pun tersesat.

Muhamad Irfan (24), gelandang serang PSMS Medan mengatakan, karena tak satu pun dari pemain yang akrab dengan jalanan di ibu kota dan saat itu sudah larut malam, mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke tugu Monas dan bermalam di monumen tersebut. Irfan mengaku kesebelas pemain tidur di pelataran monumen, beralaskan ubin dan beratapkan langit. Beruntung saat itu hujan tidak turun.

"Kita tidur sembarang saja di Monas. Paginya sekitar jam 04.00 WIB, pagi-pagi kita langsung gerak ke kantor PSSI. Kita mau mengadukan nasib kita, tapi ternyata kita berangkat terlalu pagi sampai di kantor PSSI ternyata kantor itu belum buka, belum ada yang datang, kita singgah dulu di masjid sampai kantor buka," kata Irfan.

Sesampainya mereka di kantor PSSI mereka secara kebetulan berpapasan dengan Ketua Komisi Disiplin PSSI, Hinca Pandjaitan. Hinca saat itu hendak pergi keluar dari kantor. Mereka pun langsung melaporkan nasib mereka ke Hinca. Namun, bukannya mendapat dukungan, Hinca malahan menghina mereka yang masih bersedia bemain di PSMS walaupun gaji tidak dibayar.

"Kita cuma dapat makian, dia bilang kalian kan pemain profesional, kok bodoh kali? Tiga bulan tidak dibayar tapi masih mau main," kata Irfan mengulangi ucapan Hinca.

Para pemain sempat naik pitam atas jawaban tersebut, tetapi hal itu tidak memancing mereka untuk berbuat kasar terhadap Hinca. Hinca juga menyarankan mereka untuk menunggu Ketua Umum PSSI Djohar Arifin. Namun, saran itu diakhiri dengan pernyataan Hinca yang kembali merendahkan para pemain PSMS Medan.

"Kalau kalian tunggu satu hari tidak ada, ya kalian tunggu. Kalau sampai satu bulan kalian tunggu tidak ada, ya kalian tunggu," ujar Irfan kembali mengulangi pernyataan Hinca.

Untungnya sore itu Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dan Djohar Arifin dijadwalkan hadir di lapangan C kawasan Senayan untuk menyaksikan sebuah pertandingan. Kesebelas pemain itu pun langsung menuju lapangan C yang kerap diamanfaatkan Tim Nasional untuk latihan, dan seusai pertandingan sekitar pukul 18.00 WIB para pemain dapat mencegat Roy Suryo dan Djohar Arifin untuk menceritakan nasib mereka.

"Tapi kita jumpa tidak lama, Menpora menyarankan kami untuk melapor ke Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia," tambah Irfan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masuk Zona Oranye, Wisata Kawah Ijen Resmi Dibuka Kembali

Masuk Zona Oranye, Wisata Kawah Ijen Resmi Dibuka Kembali

Regional
Curhat Tagihan Listrik Membengkak di Medsos, Ini Kata Bupati Probolinggo

Curhat Tagihan Listrik Membengkak di Medsos, Ini Kata Bupati Probolinggo

Regional
Jenazah WNI Disimpan di Freezer Kapal China, Satu WNA Jadi Tersangka

Jenazah WNI Disimpan di Freezer Kapal China, Satu WNA Jadi Tersangka

Regional
Diperkosa Ayah Tiri, Bocah 12 Tahun Dinikahkan dengan Pria 44 Tahun, Ini Kisahnya...

Diperkosa Ayah Tiri, Bocah 12 Tahun Dinikahkan dengan Pria 44 Tahun, Ini Kisahnya...

Regional
Mesum di Tempat Suci, Pasangan Gay Ditangkap, Warga Gelar Upacara Pecaruan

Mesum di Tempat Suci, Pasangan Gay Ditangkap, Warga Gelar Upacara Pecaruan

Regional
Job Manggung Hilang karena Corona, Kariyono Temukan Rezeki Melimpah dari Gentong Bekas

Job Manggung Hilang karena Corona, Kariyono Temukan Rezeki Melimpah dari Gentong Bekas

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral, Video Rumah Berpindah Tempat dalam Semalam | 37 Pasangan ABG Rayakan Ultah dengan Pesta Seks

[POPULER NUSANTARA] Viral, Video Rumah Berpindah Tempat dalam Semalam | 37 Pasangan ABG Rayakan Ultah dengan Pesta Seks

Regional
25 Tenaga Medis di RSUD Moewardi Solo Reaktif Berdasarkan Rapid Test

25 Tenaga Medis di RSUD Moewardi Solo Reaktif Berdasarkan Rapid Test

Regional
Mengeluh Tagihan Listrik Naik 275 Persen di Medsos, Bupati Probolinggo: Gila-gilaan

Mengeluh Tagihan Listrik Naik 275 Persen di Medsos, Bupati Probolinggo: Gila-gilaan

Regional
Cerita Angkatan 2020, Pilih Jualan Kaktus hingga Rawon Daripada Nonton Drakor

Cerita Angkatan 2020, Pilih Jualan Kaktus hingga Rawon Daripada Nonton Drakor

Regional
Sempat Dilerai Ayahnya, Pemuda Ini Nekat Bunuh Polisi dengan Senjata Tajam

Sempat Dilerai Ayahnya, Pemuda Ini Nekat Bunuh Polisi dengan Senjata Tajam

Regional
Perwira Siswa Secapa AD Periksa Bisul dan Tulang Belakang, Rupanya Positif Covid-19, Terbongkar 1.280 Orang Terinfeksi Corona

Perwira Siswa Secapa AD Periksa Bisul dan Tulang Belakang, Rupanya Positif Covid-19, Terbongkar 1.280 Orang Terinfeksi Corona

Regional
Kepergok Warga Berhubungan Intim di Tempat Suci, Pasangan Gay Ini Terancam 2 Tahun Penjara

Kepergok Warga Berhubungan Intim di Tempat Suci, Pasangan Gay Ini Terancam 2 Tahun Penjara

Regional
Jumlah Santri Gontor Ponorogo yang Positif Corona Bertambah

Jumlah Santri Gontor Ponorogo yang Positif Corona Bertambah

Regional
KSAD: Kegiatan di Secapa AD Masih Berlanjut Sesuai Kurikulum

KSAD: Kegiatan di Secapa AD Masih Berlanjut Sesuai Kurikulum

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X