Kompas.com - 22/06/2013, 19:15 WIB
Kegiatan sosialisasi eksplorasi migas yang dilakukan PT. Pertamina, dibubarkan warga dan gabungan kepala desa di Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (22/6/2013). KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANKegiatan sosialisasi eksplorasi migas yang dilakukan PT. Pertamina, dibubarkan warga dan gabungan kepala desa di Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (22/6/2013).
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANGKALAN, KOMPAS.com - Sosialisasi area terbatas dan terlarang oleh nelayan Bangkalan, Jawa Timur di lokasi eksplorasi minyak dan gas (Migas) yang dilakukan oleh PT. Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), Sabtu (22/6/2013) dibubarkan paksa oleh gabungan kepala desa.

Rombongan kepala desa itu datang dari tiga kecamatan yakni Kecamatan Sepuluh, Kecamatan Klampis dan Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan.

Acara yang digelar di Kantor Kecamatan Sepuluh itu nyaris terjadi keributan. Pasalnya massa gabungan kepala desa tidak terima dengan kegiatan sosialisasi itu. Mereka menilai acara tersebut akan merugikan masyarakat nelayan Bangkalan.

Selain itu, acara tersebut pun  tanpa ada pemberitahuan sebelumnya kepada para kepala desa. "PT. Pertamina sudah tidak punyak etika dan prosedur. Sebab sama sekali tidak izin kepada kepala desa sehingga kami gabungan kepala desa tiga kecamatan membubarkan sosialisasi," kata Kepala Desa Sepuluh, Suryadi.

Acara yang sebelumnya dirancang bagus, tiba-tiba buyar. Bahkan pimpinan dari PHE WMO dan Camat terlihat kebingungan, karena massa yang sudah duduk rapi di kursi membubarkan diri.

"Kalau memang PHE WMO tidak ada etika niatan baik kepada masyarakat khususnya para nelayan yang jelas dirugikan, maka WMO harus hengkang dari bumi Bangkalan," imbuh Suryadi.

Sementara itu, Moh. Amin, koordinator massa sambil berteriak-teriak di depan pimpinan PHE WMO mengatakan, nelayan menolak pembatasan area tangkapan ikan yang sudah ditempati eksplorasi dan eksploitasi minyak. Sebab, penangkapan ikan sudah dilakukan oleh nenek moyang nelayan secara bebas sebelum adanya eksplorasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Puluhan tahun yang silam tidak ada larangan nelayan mencari ikan di area tertentu. Kenapa saat ini harus ada larangan. Ini artinya Pertamina mau memangkas lahan penghidupan para nelayan," ungkapnya dengan nada marah.

Di samping itu, Amin pun mengecam eksplorasi dan eksploitasi minyak karena sudah jelas merusak mata pencarian ribuan nelayan. Sebab selama ini eksplorasi migas segala keuntungannya hanya dinikmati oleh orang-orang tertentu.  Sementara, nelayan kehidupan semakin miskin.

Perwakilan dari PHE WMO enggan memberikan keterangan terkait dengan pembubaran acara tersebut. Beberapa panitia penyelenggara terkesan saling lempar tanggungjawab. Massa pun langsung pulang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.