Kompas.com - 21/06/2013, 20:11 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
TALAUD, KOMPAS.com — Oma Agnes (62), warga Desa Tarohan, Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, telah menanggung derita tumor sepanjang 21 sentimeter yang mengantung di pelipisnya dan hampir menutup separuh wajahnya.

"Tumor ini sudah ada sejak tahun 1980," ujar pemilik nama lengkap Agnes Mangule, Kamis (20/6/2013) kemarin.

Kondisi Oma Agnes yang serba kekurangan dan wajah yang menyeramkan membuat dirinya memilih tidak mencari pasangan hidup. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Oma Agnes sehari-hari berjualan sayur hasil kebun kecilnya, serta menjual kembali pisang yang dibelinya dari orang lain.

Oma Agnes bertutur, pada tahun 1986, dia pernah sekali memeriksakan kondisi penyakitnya di salah satu rumah sakit yang ada di Manado. "Tapi Oma tidak bisa berbuat banyak karena waktu itu dokter bilang kalau penyakit ini butuh banyak dokter dan darah," keluhnya.

Dia juga mengakui bahwa pada tahun 1998, mantan Bupati Talaud, Elly Lasut, yang waktu itu masih sebagai dokter praktik di Beo pernah mendampinginya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari sebuah kapal asing yang datang di Pulau Talaud.

Namun, lagi-lagi Oma Agnes hanya menerima kekecewaan. "Oma cuma diberi satu butir obat saja, entah apa itu, dan tidak dioperasi waktu di atas kapal," ujarnya polos.

Hingga kini, Oma Agnes harus terus menanggung tumor yang telah melekat di pelipisnya selama 33 tahun. Dia tak tahu sampai kapan daging yang melekat tersebut harus ditanggungnya. "Oma hanya bisa pasrah saja dan berdoa, serta meminta pertolongan dari Tuhan," ujar Oma Agnes.

Namun, di tengah sakit yang dideritanya, Oma Agnes tidak patah semangat. Hari-harinya tetap dia jalani dengan berjualan apa yang bisa dijual. "Kalau nyeri sudah datang, Oma harus beli obat, ya dari hasil jual daun emping, talas dan singkong. Terkadang juga jual sapu lidi," akunya.

Menurut pengakuan Oma Agnes, walau belum bisa mengatasi tumor yang dideritanya, saat ini dia sudah terdaftar sebagai peserta Jamkesmas, meski kartu itu baru diterimanya pada tahun 2013 ini.

Semoga saja ada pihak yang tersentuh dengan penderitaan wanita tua tersebut. 

****

Informasi penyaluran bantuan untuk Agnes, hubungi: redaksikcm@kompas.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

Regional
Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.