Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/06/2013, 19:20 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

MALANG, KOMPAS.com — Putra Sampoerna Foundation (PSF) membantah adanya paksaan pemungutan uang terhadap seluruh siswa lulusan Sampoerna Academy (SA) di SMA Negeri 10 Malang, Jawa Timur, senilai Rp 150 juta.

Sementara itu, wali murid mengaku dipaksa melalui penyodoran draf kontrak yang dibuat pihak PSF. Menurut pengakuan salah seorang wali murid berinisial TA, kepada para wartawan di Malang, dia merasa heran mengapa tiba-tiba disodori draf kontrak setelah anaknya lulus.

"Padahal, sejak awal masuk, pihak Sampoerna Academy akan memberikan beasiswa dari PSF selama tiga tahun secara cuma-cuma," katanya.

Melihat kondisi tersebut, TA mengaku merasa tertipu karena harus mengembalikan uang Rp 150 juta. "Apalagi, untuk pinjaman biaya pendidikan siswa, harus mengembalikan dua kali lipat," akunya.

Menurut TA, jika wali murid mengajukan pinjaman pendidikan sebesar Rp 1 miliar, setelah lulus kuliah nantinya, wajib mengembalikan hingga Rp 2 miliar kepada pihak Sampoerna Academy. Namun, pengakuan wali murid tersebut dibantah oleh pihak Sampoerna Academy.

"Saya tegaskan, tidak ada pemaksaan kepada siswa atau wali murid untuk menandatangani perjanjian yang disodorkan kita itu. Jika mau silakan, jika tidak, putus kerja sama dengan kita," kata Direktur Senior PSF Elan Merdy kepada jurnalis, saat jumpa pers di Kertanegara Guest House Kota Malang, Jumat (21/6/2013).

Menurut Elan, pihaknya ingin mengetuk hati nurani para wali murid. Dana senilai Rp 150 juta itu, diangsur selama 30 tahun, tanpa bunga. Dan dana itu, nantinya, akan digunakan untuk adik kelas berikutnya.

"Perjanjian atau kontrak biaya pendidikan juga mengikat terhadap lulusan pertama SA setahun lalu," bebernya.

Tahun lalu, sebanyak 130 wali murid menandatangani kontrak atau perjanjian tersebut. "Sementara untuk saat ini, total ada 30 siswa dan wali murid yang siap menandatangani perjanjian kontrak itu. Dulu tak ada masalah, kenapa sekarang dipersoalkan?" tanya Elan heran.

Dana senilai Rp 150 juta tersebut diakumulasikan dari dana pendidikan sebesar Rp 50 juta per tahun. Dana tersebut dikeluarkan PSF sebanyak 60 persen untuk akomodasi dan 40 persen untuk investasi pendidikan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Senin Besok, Mbak Ita Akan Resmi Dilantik Ganjar Jadi Wali Kota Semarang

Regional
Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Wabup Pidie Jaya Apresiasi Ketulusan Pengabdian Ramhat Aulia yang Bawa Ayahnya Berobat dengan Becak Motor

Regional
Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Wujud Kolaborasi Lintas Daerah, Perayaan HUT Ke-20 Kabupaten Bone Bolango Hadirkan Berbagai Atraksi

Regional
BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

BPKH bersama Dompet Dhuafa Bagikan 250 Kitchen Kit untuk Penyintas Gempa Cianjur

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.