Kompas.com - 21/06/2013, 18:40 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Wali Kota Prabumulih, Palembang, Sumatera Selatan, Andriansyah Fikri, dilaporkan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) atas dugaan penganiyaan yang menimpa Lurah Payuputat, Prama Desta.

Laporan itu diajukan kakak Prama, Levri Ardiansyah. Levri mengatakan, adiknya itu menjadi korban pengeroyokan terkait masalah jual beli tanah seluas 920 hektar yang berada di Prabumulih.

"Kita mau laporkan Wakil Wali Kota terkait penganiayaan yang dilakukan atau sepengetahuan pejabat publik," ujarnya ketika ditemui di Kantor Komnas HAM, Jumat (21/6/2013).

Kejadian bermula ketika Prama mengajukan surat jual beli tanah yang berada di Prabumulih. Tanah perkebunan itu merupakan tanah adat, 500 hektar di antaranya dimiliki oleh Hasan Zaki dan Eka Samindra. Mereka berencana menjual tanah tersebut kepada seorang bernama Budi Sikumbang.

"Kan kalau mau jual tanah harus ada tanda tangan dari camat, lalu surat itu diserahkan ke camat. Tetapi, camat tidak menandatanganinya, berarti tidak ada jual beli dong. Lalu, camat itu malah mengkonfrontir warga dengan mengatakan tanah itu mau dijual oleh lurah," kata Levri.

"Lurah menandatangani surat penjualan itu karena lurah dan kades terdahulu sudah menandatangani surat kepemilikan tanah atas nama dua orang itu. Makanya, lurah tinggal meneruskan saja," tambahnya.

Atas konfrontasi camat itu, terang Levri, para warga akhirnya melempari kantor lurah dengan batu. Kejadian ini terjadi pada tanggal 28 Mei 2013. Akibat aksi ini, Prama dan Eka yang sedang berada di dalam terdesak tidak bisa keluar ruangan.

Di ruangan tersebut, juga ada beberapa petugas kepolisian. "Lurah sama Eka Samindra disekap oleh polisi di ruangannya dengan alasan untuk pengamanan," ujar Levri.

Aksi warga untuk menuntut pembatalan jual beli tanah itu sempat mereda setelah Wakil Wali Kota, Andriansyah Fikri, datang ke lokasi. Untuk meminimalisasi tindak anarkistis warga, Andriansyah mendesak agar Prama dan Eka segera menandatangani sebuah surat.

"Ternyata surat itu bukan surat pembatalan jual beli, tapi jadi surat pembatalan kepemilikan lahan. Karena terdesak, mereka menandatangani," ujar Levri. "Lalu setelah surat sudah ditandatangani, Fikri mengacungkan jempol kepada warga, lalu dia pergi," kata Fikri seraya menunjukan foto tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.