Wali Kota Ambon Diperiksa Terkait Korupsi Taman Kota

Kompas.com - 21/06/2013, 18:39 WIB
|
EditorKistyarini
KOMPAS.COM/RAHMAN PATTY Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Ambon terkait kasus taman kota senilai Rp 1,3 miliar, Jumat (21/6/2013).

AMBON, KOMPAS.com
 — Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon memeriksa Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, terkait kasus korupsi proyek taman kota senilai Rp 1,3 miliar, Jumat (21/6/2013).

Sehari sebelumnya, Kejari Ambon juga menahan Kepala Dinas Pertamanan Kota Ambon Maurits Lantu dan Kepala Inspektorat Kota Ambon Jacky Talahatu terkait kasus ini.

Richard diperiksa selama lima jam sebagai saksi di ruangan Kepala Seksi Intelijen Kejari Ambon, Ampi Batok. Richard datang di Kejari Ambon didampingi staf ahlinya, Fahmi Salatalohy dengan menggunakan baju dinas.

Richard diperiksa karena dalam pemeriksaan sebelumnya Maurits membeberkan bahwa proyek taman kota yang bermasalah itu adalah kebijakan Wali Kota Ambon.

Seusai diperiksa, Richard menyatakan, ia datang memenuhi panggilan Kejaksaan untuk menjunjung tinggi proses penegakan hukum. Dia mengakui bahwa proyek taman kota memang merupakan kebijakannya selaku Wali Kota. Namun, ia menyatakan tidak mengetahui teknis pelaksanaannya sehingga proyek itu bermasalah.

“Banyak sekali pertanyaan yang diajukan ke saya, seputar kewenangan dan kebijakan saya selaku wali kota dalam proyek taman kota. Saya bilang itu memang kewenangan saya secara normatif dalam menjalankan proyek taman kota,” kata Richard kepada wartawan.

Ia juga menyatakan menghormati proses hukum Kejari Ambon yang menahan Lantu dan Talahalu, dua pejabat Pemerintah Kota Ambon. Namun, Louhenapessy meminta Kejari bersikap profesional dalam pengusutan kasus tersebut.

”Saya datang ke sini sebagai warga negara yang baik. Dan saya hanya dimintai keterangan sebagai saksi,” ungkap Richard.

Kepala Kejaksaan Negeri Ambon Rorogo Zego menyatakan, Richard diperiksa sebagai saksi atas pengembangan penyidikan dari tersangka lainnya, termasuk pengakuan anak buahnya itu. Zego menyatakan, kemungkinan Louhenapessy bakal diperiksa lagi kalau keterangan masih kurang.

Ia juga menyebutkan, tidak tertutup kemungkinan Louhenapessy bakal menjadi tersangka terkait kasus korupsi taman kota itu.

“Kita pelajari dulu keterangan yang bersangkutan (wali kota). Kalau masih kurang akan kita panggil lagi. Statusnya bisa saja ditingkatkan, tergantung hasil pemeriksaan nanti,” kata Roro.

Sehari sebelum Louhenapessy diperiksa, Kejari Ambon menahan Maurits Lantu dan Talahatu di Rumah Tahanan Klas II Ambon. Keduanya dijebloskan ke penjara setelah menjalani pemeriksaan lebih dari lima jam.

Maurits dan Talahatu sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek taman kota senilai Rp 1,3 miliar yang bersumber dari APBD Kota Ambon tahun 2012.

Keduanya diperiksa secara terpisah. Maurits diperiksa oleh Kasi Intel Kejari Ambon Abraham Batoek, sementara Talahatu diperiksa oleh jaksa Ikhsan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

BNPB: Jalur Evakuasi di Gunung Semeru Harus Segera Dibangun

Regional
Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani 'Swab Test'

Bupati Positif Covid-19, Puluhan Pejabat Pemkab Bantaeng Jalani "Swab Test"

Regional
Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Regional
Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Regional
8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Regional
Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Regional
7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

Regional
Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Regional
Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Regional
Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Regional
Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X