Kakek Pelaku Pencabulan Gadis Difabel Belum Ditahan

Kompas.com - 21/06/2013, 18:21 WIB
wwwwwww KOMPAS.com/ Putra Prima Perdanawwwwwww
|
EditorGlori K. Wadrianto

BANDUNG, KOMPAS.com — SJ (80), kakek yang diduga telah memerkosa DR (18) sampai hamil, hingga saat ini belum ditahan oleh polisi. Padahal, orangtua korban YA (41) telah melaporkan kelakuan bejat kakek itu ke Mapolrestabes Bandung pada tanggal 10 Juni 2013 lalu.

Menurut keterangan Ketua RW 04 Kelurahan Cisaranten Kidul Kecamatan Gedebage Kota Bandung, Wawan Hermawan (42),  SJ masih sempat terlihat di rumah kontrakannya yang berada tidak jauh dari kediaman keluarga DR.

"Kalau tidak salah masih ada di rumahnya," kata Wawan saat ditemui di rumah DR, Jumat (21/6/2013).

Sebagai seorang pejabat di masyarakat, ia mengeluhkan lambatnya proses hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Selain itu, dia juga meminta kepada pihak kepolisian untuk segera mengamankan SJ. Pasalnya, kabar pencabulan kepada gadis difabel itu sudah menyulut emosi warga.

"Saya sudah pernah bilang, takut ada pihak ketiga dan takut ada yang mukulin. Selain itu, dampaknya malah ke pihak korban. Kata Polisi juga penyidikannya belum 100 persen karena masih kurang barang bukti dan saksi," paparnya.

Ditemui terpisah, Kepala Satreskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, hingga kini, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman atas kasus tersebut.

"Kasus ini masih terus ditindaklanjuti dan sudah memeriksa beberapa orang saksi dari pihak keluarga, teman yang diduga korban, dan tetangga," kata Trunoyudo kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung Jalan Merdeka Kota Bandung.

Kendati demikian, penyelidikan kasus ini diakuinya sedikit terkendala lantaran terduga korban pemerkosaan penyandang difabel ini sulit diajak berkomunikasi sehingga, kata dia, belum ada bukti-bukti kuat.

Baru berupa petunjuk dari keterangan saksi saja yang bisa mengarahkan tuduhan tersebut kepada SJ. "Untuk itu, kita perlu memastikannya dengan tes DNA, tetapi itu pun masih harus menunggu hingga bayinya lahir, kemudian kita cocokkan DNA bayi dan terduga pelaku yang namanya sudah kita kantongi," ungkapnya.

Pihak kepolisian merasa khawatir dengan kondisi kandungan dan juga kesehatan dari terduga korban pemerkosaan itu. Dalam kasus ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bandung dan Dinas Sosial Kota Bandung untuk memberikan jaminan kepada terduga korban.

"Karena terduga korban termasuk orang yang tidak mampu dan kekurangan, oleh karena itu kita akan meminta bantuan Dinas Sosial dalam hal persalinan karena kondisi yang tidak memungkinkan melahirkan normal sehingga harus operasi operasi caesar," katanya.

Meski masih dalam pengawasan Polrestabes Bandung, untuk saat ini, polisi meminta kepada salah satu anak SJ untuk mengamankan ayahnya agar terhindar dari amuk massa. SJ kini berada di daerah Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

"Masih kita awasi, dia (terduga pelaku) sekarang tinggal bersama anaknya untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan," imbuhnya.

Jika terbukti sebagai pelaku, lanjutnya, SJ akan dikenakan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. "Karena kejadian sendiri saat terduga korban masih berusia 17 tahun meskipun kini sudah menginjak 18 tahun pada Maret lalu," tegas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

Regional
Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X