Tolak BBM Naik, Mahasiswa Sandera Mobil Pelat Merah

Kompas.com - 21/06/2013, 17:39 WIB
|
EditorKistyarini
SUMENEP, KOMPAS.com — Protes kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus dilakukan mahasiswa, termasuk oleh mahasiswa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Cakanca Bindhara Santre (Pacabis) berdemonstrasi di depan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Desa Kolor, Kabupaten Sumenep, Jumat (21/6/2013).

Dalam aksi kali ini, mereka menyandera mobil dinas berpelat nomor merah milik Pemerintah Kabupaten Sumenep yang mereka cegat saat hendak masuk SPBU. Para mahasiswa menaiki atap mobil bernomor polisi M 1881 VP yang digunakan pejabat salah satu BUMD itu.

Mahasiswa kemudian menggeledah isi mobil tersebut dan menemukan adanya dua jeriken ukuran 50 liter. "Apa-apaan ini? Mobil dinas yang sudah dibiayai oleh negara mau ikut nimbun BBM. Ini buktinya di dalam mobilnya ada jeriken yang hendak diisi premium untuk ditimbun," kata Saddam Husein, koordinator aksi.


Temuan itu membuat para mahasiswa semakin kesal. Mobil yang sebelumnya hanya dinaiki atapnya kemudian diinjak-injak. Akibatnya, atap mobil tersebut penyok. Pengemudi mobil tersebut tidak berdaya karena dikerumuni mahasiswa. Aksi para mahasiswa dihentikan setelah aparat kepolisian tiba.

Aksi itu kemudian berlanjut ke kantor DPRD Sumenep. Di kantor wakil rakyat ini, mahasiswa hendak menemui anggota DPRD Sumenep. Namun, tak satu pun anggota dewan yang menemui mereka sehingga membuat kesal mahasiswa.

Mahasiswa kemudian membakar ban bekas di depan pintu masuk. Polisi yang memadamkan ban justru menjadi sasaran kemarahan mahasiswa. Bentrokan antara polisi dan mahasiswa pun tak terhindarkan.

Aksi kemudian bubar setelah mahasiswa dipukul mundur polisi. Karena kalah jumlah, mahasiswa kemudian membubarkan diri.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X