Kompas.com - 20/06/2013, 22:21 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
KEFAMENANU, KOMPAS.com — Keluarga korban penembakan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, sangat menyesalkan kehadiran "milisi lokal" dalam persidangan yang berlangsung di Gedung Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Kamis (20/6/2013).

Juru bicara empat orang korban penembakan, Viktor Manbait, kepada Kompas.com, Kamis (20/6/2013) mengatakan, kehadiran kelompok milisi di Yogyakarta merupakan bentuk intimidasi terhadap persidangan.

Keluarga korban menuntut Pemerintah Republik Indonesia untuk bertindak tegas terhadap kelompok milisi yang sudah bisa diidentifikasi baik para pemimpin maupun aktor intelektualnya.

“Kehadiran para milisi merupakan intimidasi serius terhadap para saksi. Sikap masa bodoh yang ditunjukkan pihak militer maupun pihak kepolisian terhadap kehadiran para milisi merupakan bukti nyata persekongkolan yang mengingkari nilai republik,” keluh Viktor.

Viktor pun menyesalkan peradilan militer ini yang hanya menyentuh para pelaku langsung dan tidak menyentuh aspek tanggung jawab komando di tubuh Kopassus, Kodam Diponegoro, maupun Polda DIY.

“Mutasi kepada Pangdam Diponegoro dan Kapolda DIY hanya merupakan bentuk cuci tangan institusi Kepolisian dan TNI-AD dalam kasus ini, dan hanya menempatkan perkara ini sebagai perkara para prajurit kecil,” kata Viktor.

Viktor mengatakan, sejak awal keluarga menolak para prajurit Kopassus diadili di peradilan militer, karena unsur transparansi dalam peradilan militer sama sekali tidak bisa dijamin. Ini terbukti dengan tidak hadirnya para pihak yang beperkara.

“Peradilan militer hanya melestarikan posisi institusi militer di era orde baru sebagai negara dalam negara, di mana supremasi militer terhadap masyarakat sipil berlangsung dengan semena-mena,” kata Viktor.

Vktor menuntut seluruh proses persidangan dipindahkan dari Yogyakarta ke kota lain karena proses yang berjalan sekarang tidaklah netral, dan berlangsung dalam situasi teror dan penuh intimidasi.

“Keluarga tetap menuntut agar dibentuk tim independen yang mengusut secara menyeluruh kasus Tragedi Yogyakarta, dimulai dari Hugo’s Cafe, Polda DIY, hingga Lapas Cebongan. Itikad baik seluruh pihak untuk membuka kasus ini menjadi pertaruhan terlaksananya nilai-nilai republik,” tegas Viktor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

    Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

    Regional
    Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

    Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

    Regional
    Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

    Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

    Regional
    Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

    Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

    Regional
    Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

    Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

    Regional
    Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

    Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

    Regional
    Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

    Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

    Regional
    Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

    Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

    Regional
    Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

    Melalui DD Farm, Dompet Dhuafa Sediakan Pakan Ternak untuk Warga Gunungkidul

    Regional
    Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

    Sediakan Hewan Kurban di Sulteng, Dompet Dhuafa Berdayakan Peternak Lokal

    Regional
    Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

    Peringati HUT Ke-104 Madiun, Walkot Maidi Paparkan Target dan Capaiannya

    Regional
    Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

    Gubernur Syamsuar Dukung Pebalap Asal Riau di Kejuaraan Dunia

    Regional
    Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

    Jatim Distribusikan 1.000 Vaksin PMK Hewan Ternak, Khofifah Pantau Penyuntikannya di Sidoarjo

    Regional
    Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

    Gubernur Riau Minta Tenaga Honorer Diprioritaskan Jadi CPNS dan PPPK

    Regional
    Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

    Pelantikan Menteri Baru, Gubernur Syamsuar: Alhamdulillah Putra Riau Terpilih Jadi Wamen ATR/BPN

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.