Kompas.com - 20/06/2013, 18:55 WIB
Salah satu terpidana pembunuh keluarga Andarias, Agustinus Sambo alias Markus Herman yang merupakan rekan Ruben Pata Sambo di tahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1, Makassar. KOMPAS.com/Hendra CiptoSalah satu terpidana pembunuh keluarga Andarias, Agustinus Sambo alias Markus Herman yang merupakan rekan Ruben Pata Sambo di tahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1, Makassar.
|
EditorKistyarini

MAKASSAR, KOMPAS.com
 — Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Mabes Polri) memeriksa tiga terpidana yang disebut terkait dengan kasus Ruben Pata Sambo di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1, Makassar, Kamis (20/6/2013).

Tim Bareskrim Mabes Polri menemui tiga terpidana, yakni Agustinus Sambo alias Tato, Yulianus Maraya alias Ateng, dan Juni Sambo. Ketiganya diperiksa oleh empat penyidik di salah satu ruangan di lapas.

Penyidik pertama kali memanggil terpidana mati Agustinus Sambo sekitar pukul 10.00 Wita. Tidak lama kemudian, dipanggil Yulianus Maraya, dan kemudian Juni Sambo yang masing-masing divonis 20 tahun penjara.

Ketiganya dimintai pengakuan terkait dugaan adanya kesalahan prosedur penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Polres Tana Toraja dalam perkara pembunuhan Andarias Pandin (38), istrinya Martina La'biran (33), dan anaknya Israel (8), di Kampung Getengan, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, 23 Desember 2005 lalu.

Dalam keterangannya, dua terpidana, Yulianus Maraya dan Juni Sambo, mengaku tidak melakukan pembunuhan. Sementara Agustinus mengaku membunuh atas suruhan pamannya, Ruben Pata Sambo, dengan imbalan uang Rp 2 juta.

Namun, Agustinus menegaskan, tidak ada pemerkosaan terhadap Martina seperti berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibuat penyidik Polres Tana Toraja yang saat itu dipimpin Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Viktor Datuan Batara, yang beberapa tahun lalu semasa pensiunnya mencalonkan sebagai bupati Tana Toraja.

"Keterangan kami hanya dicatat di kertas putih dan tidak ada yang ditandatangani. Dalam keterangan, kami mengungkapkan semuanya, tapi berbeda-beda. Yang jelas, kami disiksa oleh polisi dan dipaksa menandatangani BAP yang tidak sesuai dengan fakta. Kami takut, jangan sampai ada sesuatu hal di kemudian hari. Sebab, sebelum pulang, penyidik itu mengatakan hati-hati ya. Saya tidak tahu maksudnya apa?" kata Agustinus kepada Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pernyataan serupa juga diungkapkan Ateng dan Juni dalam wawancara di kesempatan yang sama.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

    Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

    Regional
    Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

    Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

    Regional
    Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

    Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

    Regional
    Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

    Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

    Regional
    Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

    Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

    Regional
    Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

    Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

    Regional
    AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

    AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

    Regional
    Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

    Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

    Regional
    9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

    9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

    Regional
    Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

    Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

    Regional
    Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

    Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

    Regional
    Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

    Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

    Regional
    Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

    Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

    Regional
    Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

    Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

    Regional
    Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

    Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.