Kompas.com - 20/06/2013, 13:28 WIB
Terpidana pembunuhan Andarias, Juni Sambo, rekan Ruben Pata Sambo yang kini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1, Makassar. KOMPAS.com/Hendra CiptoTerpidana pembunuhan Andarias, Juni Sambo, rekan Ruben Pata Sambo yang kini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1, Makassar.
|
EditorKistyarini

MAKASSAR, KOMPAS.com
- Juni Sambo yang dituduh membunuh keluarga Andarias Pandin (38), istri Martina La'biran (33) dan anaknya Israel (8) menyatakan bahwa dia tidak pernah disuruh oleh terpidana mati, Ruben Pata Sambo.

Hal itu dikatakan Juni kepada Kompas.com, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas 1, Makassar, Kamis (20/06/2013) siang. Juni Sambo merupakan satu dari empat orang yang memberi pernyataan pada kertas bermaterai bahwa Ruben bukan pembunuh keluarga Andraias Pandin.

Juni menegaskan, tidak ada keterlibatan Ruben Pata Sambo dalam kasus pembunuhan yang terjadi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Desember 2005 lalu, tersebut.

"Ruben tidak terlibat pembunuhan keluarga Andarias, semuanya itu hanya tuduhan Petrus (Tadan). Karena kami semua dipaksa oleh polisi dan disiksa. Saya juga sudah ungkapkan di Pengadilan Negeri (PN) Makale, Tana Toraja. Bahkan saya juga mengungkapkan di dalam persidangan saat pengajuan banding di PN Makassar," tegas Juni.

Juni menuturkan, dia ditangkap polisi di jalan sepulang dari membeli bensin di pasar. Saat itu dia telah melihat Martinus, putra Ruben, sudah lebih dulu berada di markas Polres Tana Toraja. "Waktu saja masuk di kantor polisi, sudah ada Pak Martinus di dalam," katanya.

Juni juga menyatakan tidak pernah melakukan pembunuhan itu. Dia dipaksa polisi untuk mengakui perbuatan yang tidak pernah dia lakukan. "Awalnya saya tidak mengakui, tapi terpaksa saya akui karena disiksa terus siang dan malam sampai muka bonyok. Saat pemeriksaan di markas Polres Tana Toraja, saya tidak didampingi oleh penasehat hukum atau pengacara," tuturnya.

Dia juga mengaku dituduh pembunuh oleh Agustinus, padahal saat kejadian Juni berada di sawah. "Buktinya polisi rekayasa kasus, dulu saya masih 18 tahun, terus dicantumkan dalam BAP 19 tahun. Lucu sekali itu penyidik di Polres Tana Toraja, Pak Sumbung namanya, rekayasa kasus dan memaksa mengakui perbuatan yang tidak pernah saya lakukan. Baru disiksa terus selama tujuh bulan ditahan di Polres Tana Toraja," beber Juni yang divonis pidana 20 tahun penjara ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Juni berharap, terbongkarnya kebohongan ini ke publik, keadilan bisa dia perolehnya. Sebab, sejak perkaranya di kepolisian hingga pengadilan tidak mendapat keadilan. "Di pengadilan saja, saya dimarahi sama hakim. Katanya akui saja, sebab ada pengakuanmu di berkas perkara. Harapan saya, keadilan bisa terungkap. Sebab saya tidak pernah membunuh," tandasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

    Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

    Regional
    AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

    AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

    Regional
    Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

    Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

    Regional
    9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

    9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

    Regional
    Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

    Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

    Regional
    Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

    Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

    Regional
    Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

    Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

    Regional
    Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

    Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

    Regional
    Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

    Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

    Regional
    Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

    Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

    Regional
    Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

    Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

    Regional
    PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

    PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

    Regional
    Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

    Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

    Regional
    Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

    Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

    Regional
    Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

    Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.