Kompas.com - 20/06/2013, 13:15 WIB
|
EditorFarid Assifa
SEMARANG, KOMPAS.com - Seorang bocah berumur 9 tahun, Angga tewas setelah tebing setinggi 25 meter di atas kampung Taman Srinindito 5 Karang Jangkang RT3 RW4, Ngemplak, Simongan, Semarang longsor menimpa rumahnya.

Longsoran tanah tersebut menimpa rumah Sudarmaji (57), ayah Angga, yang ketika itu tengah tidur bersama putranya di kamar belakang. Wilayah Kota Semarang memang sudah diguyur hujan deras sejak Rabu (19/6/2013) malam dan hingga Kamis (20/6/2013) baru berhenti.

Rumah semi-permanen dengan ukuran 5x7 meter milik Sudarmaji tersebut hancur di bagian belakang. Istri korban, Maria Riawati (43) dan seorang anaknya, Sungging (11) selamat dalam peristiwa itu, sebab saat kejadian mereka tengah menonton televisi di ruang depan.

Sudarto (45), pengurus RT setempat mengaku saat itu ia mendengar suara gemuruh yang cukup keras tidak jauh dari rumahnya pada Rabu (19/6/2013) sekitar pukul 23.00. Ketika itu, ungkapnya, tidak banyak warga yang keluar, sebab hujan memang terus menerus turun tanpa henti.

“Setelah itu ada yang mengetuk tiang listrik berkali-kali membunyikan tanda bahaya, ternyata terjadi longsor,” katanya, Kamis (20/6/2013).

Setelah itu, diketahui rumah Sudarmaji sudah hancur di bagian belakang, dan di antara timbunan terdengar suara Sudarmaji mengerang kesakitan. Setelah dilihat, Sudarmaji dan anaknya, Angga terkubur longsor. Namun Sudarmaji terkubur hanya kakinya karena tertimpa bangunan dan tanah.

Melihat ada korban, warga kemudian menghubungi tim search and rescue (SAR). Sebelumnya, warga dibantu pihak kepolisian dari Polrestabes Semarang melakukan evakuasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Semua baru bisa dievakuasi pada dini hari, itupun kondisi masih gerimis,” tambahnya.

Sudarmaji yang menderita patah tulang dan jenazah putranya, Angga kemudian dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, longsor yang menimpa rumah korban bukan hanya tanah namun juga pepohonan besar sehingga menghambat proses evakuasi korban.

Peristiwa semacam ini terjadi untuk kedua kalinya di wilayah tersebut. Sebelumnya peristiwa serupa pernah terjadi pada 2005 lalu.

Di daerah Ngemplak, Semarang, terdapat 37 rumah di bawah dan 15 rumah di atas tebing. Para pemilik rumah khawatir terjadi longsor lagi saat hujan deras.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X