Kejati Sulselbar Usut Dugaan Korupsi Pajak BBM

Kompas.com - 19/06/2013, 19:11 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Kejati Sulselbar) mengusut kasus dugaan korupsi di tubuh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulsel. Adapun kasus dugaan korupsi yang ditelusuri ialah pajak bahan bakar minyak (BBM), pajak kendaraan dan pajak balik nama kendaraan.

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulselbar Chaerul Amir kepada wartawan di kantornya, Rabu (18/6/2013) sore, mengatakan, saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan data-data dan memeriksa sejumlah saksi, termasuk bendahara Dispenda Sulsel Abdul Haris. Hanya saja, baru data tahun 2011 yang berhasil ditemukan. Adapun data tahun-tahun sebelumnya serta tahun 2012 belum lengkap.

"Kita sementara telusuri kasus dugaan korupsi di tubuh Dispenda Sulsel, di mana pajak BBM, pajak kendaraan, dan pajak balik nama pada tahun 2011, 2012, dan 2009 tidak jelas arahnya. Kalau pajak tahun 2011, nilai pajak yang tidak jelas arahnya mencapai Rp 40 miliar. Sedangkan pajak tahun 2012 dan 2009 belum dilengkapi datanya. Kita juga masih periksa saksi-saksi, termasuk bendahara Dispenda Sulsel Abdul Haris," katanya.

Chaerul menjelaskan, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri), sebanyak 5 persen dipotong dari keseluruhan pajak BBM, kendaraan, dan balik nama kendaraan yang diperuntukkan kepada pemungut. Dari nilai total potongan 5 persen itu, kemudian dibagi sebagai upah pengumpul dan kepada aparatur penunjang.

"Kalau tahun 2011 nilai potongan 5 persen dari total keseluruhan ketiga pajak itu mencapai Rp 40 miliar. Jika sesuai dengan Permendagri, dari Rp 40 miliar itu, kemudian dibagi lagi 60 persen untuk biaya pengumpul dan 40 persen lagi untuk aparat penunjang. Nah, ini semua dana Rp 40 miliar itu tidak jelas arahnya," beber Chaerul.

"Bahkan banyak pejabat di Sulsel yang menikmati. Padahal, para pejabat bukan sebagai pengumpul. Inilah menjadi pertanyaan dari masyarakat, sebab dianggap sudah menyalahi ketentuan," lanjutnya.

Terkait pajak BBM yang sedang diusut, penyidik Kejati Sulselbar akan memeriksa PT Pertamina Region VII Makassar sebagai penyalur BBM di Indonesia.

"Pertamina juga akan diperiksa, karena dia yang mengeluarkan BBM. Bayangkan saja berapa ton per harinya yang disalurkan ke masyarakat dan berapa besar nilainya itu," tandasnya.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Diduga Depresi Setelah Membuat Adiknya Menangis, Remaja 14 Tahun Tewas Gantung Diri

    Diduga Depresi Setelah Membuat Adiknya Menangis, Remaja 14 Tahun Tewas Gantung Diri

    Regional
    Ibu-ibu Nekat Buka Baju Menghadang Alat Berat yang Menggusur Lahan

    Ibu-ibu Nekat Buka Baju Menghadang Alat Berat yang Menggusur Lahan

    Regional
    Ayah dan Anak Korban Tanah Longsor Tarakan Ditemukan dalam Keadaan Berpelukan

    Ayah dan Anak Korban Tanah Longsor Tarakan Ditemukan dalam Keadaan Berpelukan

    Regional
    3 Rumah Tertimbun Tanah Longsor di Kota Tarakan, 4 Orang Tewas

    3 Rumah Tertimbun Tanah Longsor di Kota Tarakan, 4 Orang Tewas

    Regional
    Cerita Tetangga Rumah Tua Milik Mantan Bupati yang Fotonya Viral di Media Sosial

    Cerita Tetangga Rumah Tua Milik Mantan Bupati yang Fotonya Viral di Media Sosial

    Regional
    Cegah Potensi Penularan Covid-19, Begini Cara Pondok Pesantren Tebuireng

    Cegah Potensi Penularan Covid-19, Begini Cara Pondok Pesantren Tebuireng

    Regional
    Cerita Santri dari Tempat Isolasi di Banyumas: Makan Tepat Waktu, 4 Sehat 5 Sempurna

    Cerita Santri dari Tempat Isolasi di Banyumas: Makan Tepat Waktu, 4 Sehat 5 Sempurna

    Regional
    Ganjar Telepon Gus Miftah, Minta Batalkan Pengajian di Pemalang

    Ganjar Telepon Gus Miftah, Minta Batalkan Pengajian di Pemalang

    Regional
    523 Kasus Aktif Covid-19 di NTB, Pemprov Jamin Ruang Isolasi Masih Mencukupi

    523 Kasus Aktif Covid-19 di NTB, Pemprov Jamin Ruang Isolasi Masih Mencukupi

    Regional
    Pasien Covid-19 Membeludak, Gedung Isolasi RSUD Tasikmalaya Penuh

    Pasien Covid-19 Membeludak, Gedung Isolasi RSUD Tasikmalaya Penuh

    Regional
    Atlet Arum Jeram Tanam Pohon dan Sebar Bibit Ikan di Sungai Wisata Pertama di Jatim

    Atlet Arum Jeram Tanam Pohon dan Sebar Bibit Ikan di Sungai Wisata Pertama di Jatim

    Regional
    2 ASN di Nunukan Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Transmisi Lokal

    2 ASN di Nunukan Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Transmisi Lokal

    Regional
    13 Pasien Sembuh dari Covid-19, Kabupaten Ende Bebas dari Corona

    13 Pasien Sembuh dari Covid-19, Kabupaten Ende Bebas dari Corona

    Regional
    Pembunuhan Berencana Pengusaha Rental Mobil, Pelaku Terancam Hukuman Mati

    Pembunuhan Berencana Pengusaha Rental Mobil, Pelaku Terancam Hukuman Mati

    Regional
    Polisi: Kecelakaan Maut di Jalintim Timur Berawal dari Mobil Putih yang Mengebut

    Polisi: Kecelakaan Maut di Jalintim Timur Berawal dari Mobil Putih yang Mengebut

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X