Kompas.com - 19/06/2013, 15:24 WIB
EditorKistyarini

AMBON, KOMPAS.com — Aksi protes kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh ratusan mahasiswa dari berbagai elemen kemahasiswaan di Perempatan Tugu Gong Perdamaian Dunia (GDP) Ambon, Rabu (19/6/2013), kembali ricuh.

Kericuhan terjadi saat ratusan mahasiswa ini hendak memblokir perempatan jalan di kawasan tersebut. Polisi yang mengamankan jalannya aksi langsung bertindak tegas dengan menghalangi niat mahasiswa, hingga akhirnya terjadi bentrokan.

Dalam aksi tersebut, ratusan mahasiswa ini kembali terlibat perang mulut dan saling dorong dengan polisi. Ketegangan di antara keduanya kembali memuncak saat para mahasiswa memprotes aksi penjagaan polisi yang dinilai terlalu represif.

Beruntung aksi tersebut tidak berujung rusuh, setelah mahasiswa meminta maaf kepada polisi yang mengamankan jalannya aksi tersebut. Ketegangan antara mahasiswa dan polisi ini baru bisa reda setelah sejumlah perwira polisi yang berada di lokasi kejadian meredakan kedua belah pihak, dan mahasiswa bersedia meminta maaf atas ucapannya kepada polisi.

Dalam aksinya, ratusan mahasiswa ini juga membakar belasan ban bekas di tiga titik di kawasan tersebut sehingga mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Mahasiswa mengatakan, keputusan pemerintah yang telah disahkan oleh DPR untuk mencabut subsidi BBM merupakan tindakan keji yang sangat melukai dan menyengsarakan masyarakat. "Partai politik yang mendukung pemerintah harus dibubarkan, dan SBY-Boediono harus mundur dari jabatannya karena telah mengkhianati rakyat," teriak Ades, koordinator aksi, dalam orasinya.

Seorang pendemo lain mengatakan, kenaikan harga BBM sama saja dengan terciptanya kemiskinan baru di Indonesia. "Rezim SBY-Boediono merupakan rezim terburuk yang pernah ada di Indonesia. Kita akan tetap melawan kebijakan ini," teriak pendemo lainnya.

Mahasiswa juga menilai, dana kompensasi yang ditawarkan pemerintah hanya merupakan pencitraan politik para penguasa dan koalisi pemerintah menjelang Pemilu 2014. "Rakyat telah dikorbankan dengan kenaikan harga BBM, dan rakyat juga telah ditipu dengan kompensasi untuk kepentingan politik," kata mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.