Kompas.com - 19/06/2013, 12:50 WIB
|
EditorKistyarini

MALANG, KOMPAS.com — Enam puluh empat rumah yang berdiri di sepanjang pinggir rel kereta api di Kota Malang, Jawa Timur, digusur karena lahan tersebut milik PT KAI Daop 8 Surabaya, Rabu (19/6/2013). Proses penggusuran berlangsung lancar dan tak ada perlawanan dari warga pemilik rumah.

Penggusuran dilakukan pada pukul 09.30 WIB, Rabu (19/6/2013), dan dilakukan oleh puluhan petugas PT KAI dikawal oleh puluhan anggota TNI dan personel kepolisian. Warga tak berani melakukan perlawanan dan langsung membongkar bangunan rumah dan mengeluarkan seluru perabot rumah.

"Saya sejak kecil sudah tinggal di sini. Nenek moyang saya juga tinggal disini. Sejak dua bulan lalu, pihak PT KAI sudah menyampaikan bahwa akan digusur. Kita tidak akan anarkis. Tapi, harapan warga, ada ganti rugi atau ada pengganti lahan," harap Lastri (37), salah satu pemilik rumah.

Ke 64 rumah yang digusur merupakan bangunan permanen dan sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu. "Herannya, mengapa baru sekarang ditertibkan, padahal sejak dulu aman-aman saja. Yang terkena penggusuran itu hampir satu RT, yakni RT 14, Kelurahan Ciptomulyo, Sukun, Kota Malang," beber Lastri.

Dengan meneteskan air mata, Lastri mengaku sebenarnya dia merasa keberatan karena rumahnya digusur, tetapi dia tidak berani melawan. "Warga hanya minta ganti rugi. Karena masih harus menanggung anak-anaknya untuk melanjutkan sekolah. Itu harapan warga," kata perempuan yang sehari-harinya berdagang itu.

Warga setiap tahunnya memang tidak dipungut biaya apa pun dari PT KAI. Namun, katanya, setiap tahunnya, warga ditarik biaya untuk membayar pajak bangunan. "Untuk rumah saya, setiap tahunnya bayar pajak Rp 14.700," akunya.

Kepala Humas PT KA Daop 8 Surabaya, Sumarsono, mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan pemberitahuan secara resmi kepada pemilik rumah dua bulan lalu. "Digusur karena tanahnya milik PT KAI. Setelah bersih, pihak PT KAI akan kembali memfungsikan jalur 8. Selama ini hanya pakai jalur 7," kata Sumarsono ditemui di sela-sela penggusuran.

Di atas lahan yang dijadikan permukiman itu sebelumnya sudah ada rel, tetapi malah ditutup dengan bangunan rumah. "Jalur 8 itu lama tidak difungsikan. Setelah puasa, jalur 8 itu akan difungsikan kembali. Makanya, kita gusur," katanya.

Total rumah yang digusur ada 64 rumah. "Penggusurannya dilakukan secara bertahap setiap harinya. Untuk hari ini saja, ada lima rumah karena faktor tenaga kerjanya yang minim. Yang jelas ada 64 rumah yang akan digusur," akunya.

Saat ditanya tentang ganti rugi kepada pemilik rumah, Sumarsono menegaskan, tidak ada ganti rugi maupun penyediaan lahan karena yang ditempati merupakan milik PT KAI. "Tidak ada ganti rugi dan kita juga tidak menyediakan lahan pengganti. Adapun total luas lahan yang digunakan warga seluas kurang lebih 4.000 meter. Perlu diketahui bahwa warga menempati lahan itu sama sekali tidak ada izin ke PT KAI," Sumarsono menegaskan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.