Kompas.com - 18/06/2013, 17:08 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

SEMARANG, KOMPAS.com - Sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Semarang menggelar aksi tutup mulut di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah, Selasa (18/6/2013).

Sebelumnya aksi diawali dengan orasi serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Aksi dilakukan karena kekecewaan mereka terhadap para wakil rakyat yang duduk di DPR RI atas disetujuinya APBN Perubahan melalui rapat paripurna.

Para mahasiswa itu kemudian menempel sejumlah poster berisi tuntutan di pagar gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah. Beberapa mahasiswa terlihat menutup mulut dengan lakban hitam. Mereka kemudian berkumpul di depan pagar gedung wakil rakyat tersebut sebagi aksi tutup mulut.

Koordinator aksi Makmur Apelabi mengaku sangat kecewa pada para wakil rakyat. Sebab, dengan disetujuinya APBN Perubahan, maka akan diikuti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang otomatis juga diikuti kenaikan harga kebutuhan lain.

"Kami justru menyatakan sikap dan mengusulkan untuk pembatasan kendaraan bermotor yang tidak terkendali dan juga menaikkan pajak STNK yang tinggi," ujarnya.

Selain itu mereka juga menuntut pemerintah memaksimalkan konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG), subsidi untuk transportasi murah, memaksimalkan transportasi massal dan memaksimalkan konversi bioetanol sebagai pengganti BBM.

"Pemerintah sudah seharusnya membangun negeri ini dengan arif dan bijaksana demi kesejahteraan masyarakat, bukan kesejahteraan kelompok tertentu," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aksi tersebut dikawal ketat petugas kepolisian. Sebab sehari sebelumnya, sejumlah aksi di beberapa titik di Kota Semarang berlangsung ricuh. Seperti di Jalan Pahlawan dan Jalan Walisongo atau jalur pantura. Pada aksi sebelumnya dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat, sejumlah mahasiswa diamankan.

Aksi menolak kenaikan harga BBM berlangsung sejak pagi hingga sore. Sedang pada hari ini pula masih dilakukan berbagai aksi damai oleh sejumlah elemen mahasiswa. Mereka melontarkan kritik atas kondisi masyarakat miskin yang semakin terjepit dengan kenaikan harga BBM, ditambah kenaikan bahan pokok menjelang puasa dan lebaran. Sejumlah aksi tersebut berjalan dengan damai meski sempat membuat arus lalu lintas tersendat. 



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X