Pria Bertopeng SBY-Boediono "Siksa" Rakyat di Bandung

Kompas.com - 18/06/2013, 13:16 WIB
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa penolakan terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) terus bergulir. Di Bandung, 15 orang pemuda dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia melakukan aksi teatrikal di depan Gedung Sate di Jalan Diponegoro, Selasa (18/6/2013).

Dari pantauan Kompas.com di lokasi aksi, para mahasiswa melakukan aksi teatrikal dengan memakai topeng wajah Presiden SBY dan wakilnya, Boediono. Kedua pemuda bertopeng simbol negara itu menyiksa lima orang mahasiswa yang kotor berlumuran lumpur. Wajah kelima mahasiswa itu pun ditutup dengan kardus dan kantung plastik berwarna hitam.

Dua pria bertopeng SBY- Boediono itu terlihat menyiksa manusia berlumpur dengan cara memukul, menginjak-injak dan menendang. Teriakan minta ampun juga terlontar dari para manusia lumpur yang disiksa. Aksi teatrikal ini berlangsung tertib.

" Aksi teatrikal ini mereprentasikan nasib masyarakat Indonesia. Dengan naiknya harga BBM telah menggambarkan kebobrokan dari rezim SBY," kata koordinator aksi Marhendro saat ditemui di sela-sela aksi.

Ia menilai, opsi menaikkan harga BBM merupakan sebuah kebijakan yang sangat reaksioner dan tidak sejalan dengan konsep bernegara yang adil dan makmur.

"Indonesia yang notabene dianugerahi kekayaan alam melimpah bahkan tidak terbatas, harus berjuang ekstra keras untuk menahan laju kenaikan BBM yang sebenarnya hasil monopoli dunia internasional," katanya.

" Sebanyak 83 persen blok migas kita telah dikuasai oleh asing. Bahkan, 70 persen sumur minyak kita sudah mutlak menjadi milik para pengusaha asing yang orientasinya mengeruk dan menghasilkan laba sebesar-besarnya untuk mereka sendiri," paparnya.

Lebih lanjut Marhendro menambahkan, dengan naiknya harga BBM jelas bertentangan dengan UUD 1945 dan UU Nomor 22 tahun 2011 tentang migas dan putusan Mahkamah Konstitusi.

"Dalam pelaksanaan teknis seharusnya ada peraturan pemerintah yang mengaturnya. Tapi, UU Nomor 22 tahun 2011 belum memiliki aturan pelaksanaannya," jelas Marhendro.

Dalam aksi tersebut, selain menolak kebijakan kenaikan harga BBM, GMNI Kota Bandung juga mendesak pemerintah menghapus segala macam bantuan yang dianggap membodohkan seperti BLSM dan Raskin. Kemudian, mendesak pemerintah untuk mengelola migas demi kepentingan rakyat; mendesak pemerintahan mencabut PP Nomor 36 tahun 2004; menolak hasil rapat paripurna DPR tentang UU RAPBN 2013 dan mendesak Kapolri untuk mengusut kekerasan yang dilakukan anggota Polri kepada wartawan dan mahasiswa.

"Satu-satunya opsi bagi kami ketika tuntutan tidak dipenuhi adalah mutlak bahwa rezim SBY-Boediono harus lengser," tegasnya.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polisi Selidiki Perumahan Syariah yang Diduga Ilegal di Madiun

    Polisi Selidiki Perumahan Syariah yang Diduga Ilegal di Madiun

    Regional
    Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas, Keluarga Tak Tahu Ada Konflik Terdakwa dan Korban

    Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas, Keluarga Tak Tahu Ada Konflik Terdakwa dan Korban

    Regional
    Mantan Kadisperindag Jember Jadi Tersangka Korupsi Pasar Manggisan

    Mantan Kadisperindag Jember Jadi Tersangka Korupsi Pasar Manggisan

    Regional
    Ganjar Ingin Eks Keraton Agung Sejagat Jadi Desa Wisata

    Ganjar Ingin Eks Keraton Agung Sejagat Jadi Desa Wisata

    Regional
    Masih Ada Sistem Noken di Pilkada 2020, Ini Antisipasi Bawaslu Papua

    Masih Ada Sistem Noken di Pilkada 2020, Ini Antisipasi Bawaslu Papua

    Regional
    Dua Siswi Korban Pencabulan Guru Olahraga di Bali Alami Trauma

    Dua Siswi Korban Pencabulan Guru Olahraga di Bali Alami Trauma

    Regional
    Cegah Diskriminasi dan Intoleransi, Ganjar Minta Sekolah Awasi Ekstrakurikuler

    Cegah Diskriminasi dan Intoleransi, Ganjar Minta Sekolah Awasi Ekstrakurikuler

    Regional
    Setor 150 Juta ke MeMiles, Adjie Notonegoro: Kalau Enggak Kembali Diikhlaskan Saja

    Setor 150 Juta ke MeMiles, Adjie Notonegoro: Kalau Enggak Kembali Diikhlaskan Saja

    Regional
    Polisi Sebut Hasil Otopsi Mantan Istri Sule Akan Keluar Satu atau Dua Hari ke Depan

    Polisi Sebut Hasil Otopsi Mantan Istri Sule Akan Keluar Satu atau Dua Hari ke Depan

    Regional
    Demam, 2 Turis China yang Berkunjung ke Bintan Langsung Dilarikan ke RS

    Demam, 2 Turis China yang Berkunjung ke Bintan Langsung Dilarikan ke RS

    Regional
    Suami Kerja, Istri Selingkuh di Sebuah Penginapan

    Suami Kerja, Istri Selingkuh di Sebuah Penginapan

    Regional
    Viral Sumber Air Tercemar Limbah Babi, PDAM Kabupaten Semarang: Kami Jamin Aman

    Viral Sumber Air Tercemar Limbah Babi, PDAM Kabupaten Semarang: Kami Jamin Aman

    Regional
    Dinkes Jatim Mulai Antisipasi Virus Corona di Bandara dan Pelabuhan

    Dinkes Jatim Mulai Antisipasi Virus Corona di Bandara dan Pelabuhan

    Regional
    Kronologi Pasutri Dibacok Tetangga gara-gara Kentut

    Kronologi Pasutri Dibacok Tetangga gara-gara Kentut

    Regional
    Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 9 Orang

    Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 9 Orang

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X