Kompas.com - 17/06/2013, 18:47 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com — Menjelang malam hari, mahasiswa pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian. Terdapat tiga lokasi bentrokan di Kota Makassar yakni di depan kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo dan di Jalan Sultan Alauddin.

Bentrokan pertama terjadi di depan kantor Gubernur Sulsel antara mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) dengan aparat kepolisian sekitar pukul 17.30 Wita. Mahasiswa dan aparat kepolisian terlibat baku lempar batu. Polisi berusaha membubarkan aksi demonstrasi mahasiswa dengan melepaskan tembakan gas air mata ke arah kerumunan mahasiswa. Namun, mahasiswa melakukan perlawanan dengan menggunakan batu, panah, dan senjata api rakitan jenis Papporo.

Berselang tiga puluh menit, bentrok fisik juga terjadi di Jalan Sultan Alauddin, Makassar. Aparat kepolisian datang membubarkan aksi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) yang memblokade jalur trans-Sulawesi. Mahasiswa pun melakukan perlawanan dengan melempari aparat kepolisian dengan menggunakan batu.

Bentrokan fisik pun terjadi di depan bekas kampus UIN. Polisi berhasil memukul mundur mahasiswa ke dalam kampusnya. Seusai membubarkan massa di depan kampus UIN, polisi kembali berusaha membubarkan aksi mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) di Jalan Sultan Alauddin yang berjarak sekitar 500 meter ke arah timur bekas kampus UIN. Mahasiswa Unismu pun melakukan perlawanan dan melempari aparat kepolisian dengan batu. Aksi itu berlangsung hingga pukul 19.30 Wita.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X