Kompas.com - 17/06/2013, 18:21 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Dari 42 saksi peristiwa penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Cebongan, Sleman, ada 31 orang yang menyatakan diri bersedia datang langsung ke pengadilan.

"Sedangkan 10 orang enggan menyampaikan langsung dan satu orang menyatakan tidak bersedia," ujar Ketua Tim Psikologi, Yusti Probowati, Senin (17/6/2013).

Yusti mengungkapkan, dari 10 saksi yang enggan memberikan keterangan secara langsung, dua di antaranya merupakan petugas sipir.

Lebih lanjut, Yusti menjelaskan, keterangan itu merupakan hasil pemeriksaan per tanggal 15 Juni 2013. "Mendekati masa sidang, ada kemungkinan saksi yang enggan memberikan keterangan secara langsung akan bertambah," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan tim selama dua pekan, seluruh saksi dinyatakan perlu mendapatkan penguatan prasidang, sedangkan yang butuh tindakan konseling ada 13 orang. "Tim akan membuat beberapa rekomendasi berdasarkan hasil pendampingan yang akan diserahkan ke LPSK," kata Yusti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.