Malang Bangun Terowongan Air untuk Atasi Banjir

Kompas.com - 17/06/2013, 18:11 WIB
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Malang segera membangun terowongan air untuk mengatasi masalah banjir di daerah itu yang selalu menggenang ketika musim hujan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawas Bangunan (PUPPB) Kota Malang Dr Jarot Edi Sulistyono, Senin (17/6/2013) mengatakan, sistem yang memaksimalkan terowongan air itu sudah diterapkan di Bali dan Jakarta, dan untuk wilayah Jatim baru akan diterapkan di Malang.

"Pembangunan terowongan air ini masih difokuskan di lima titik banjir terparah ketika musim hujan, seperti di Jalan Galunggung, kawasan Gadingkasri dan Bareng," kata Jarot.

Menurut dia, kalau pembangunannya sudah selesai akan dilakukan uji coba terlebih dahulu di aliran sungai di Jalan Bondowoso hingga Sungai Metro, setelah itu baru di Jalan Soekarno Hatta yang tembus ke Sungai Brantas.

Ia mengatakan, terowongan air tersebut harus terhubung dengan sungai besar sebagai penampung air yang kemudian dialirkan menuju sungai besar agar genangan air segera hilang.

Jarot mengatakan pertengahan tahun ini terowongan air sudah mulai digarap. Saat ini masih dilakukan kajian mengenai detail perencanaannya (DED) serta alokasi anggaran untuk menggarap proyek tersebut.

Sistem terowongan air yang rencananya sepanjang 1.400 meter tersebut dengan cara membuat drainase melalui pengeboran di dalam tanah sebelum dipasang box tunnel. Lubang drainase nantinya mencapai 2 x 2,5 meter.

Proyek tersebut merupakan tahap awal untuk mengatasi banjir di lima titik terparah, yakni di Jalan Galunggung, kawasan Gading Kasri, Jalan Pulosari, kawasan Dieng serta jalan menuju Kelurahan Pisang Candi.

Ia mengakui, anggaran untuk proyek tersebut memang cukup mahal, namun hasilnya bisa maksimal untuk mengatasi banjir di daerah itu, bahkan cakupan sistem itu juga akan diperluas hingga di sejumlah titik langganan banjir.

Lebih lanjut Jarot mengatakan, anggaran proyek akan diajukan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2013. Nominalnya mungkin lebih dari Rp 70 miliar.

Menurut Jarot, dengan adanya sistem tersebut, air yang menggenang di lima titik langganan banjir itu akan teratasi karena air akan dialirkan ke Kali Metro melalui drainase.

Ia menegaskan, meski sistem itu pembangunannya harus dilakukan di bawah tanah, dipastikan tidak akan mengganggu arus lalu lintas.

Selain membangun saluran air dengan sistem terowongan air, DPUPPB juga akan melakukan pengerukan pada saluran air yang di dalamnya dipenuhi sampah dan endapan tanah serta kotoran lain yang menjadi penyebab utama terganggunya fungsi gorong-gorong.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-Hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-Hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dibuang ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dibuang ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Regional
Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Regional
[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

Regional
Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Regional
Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sering Gelar Pertemuan di Brebes

Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sering Gelar Pertemuan di Brebes

Regional
Pengasuh PAUD Pasrah Jadi Tersangka Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala

Pengasuh PAUD Pasrah Jadi Tersangka Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala

Regional
5 Fakta Guru Ngaji Cabuli Santri, Terpengaruh Film Porno hingga Korban Trauma Berat

5 Fakta Guru Ngaji Cabuli Santri, Terpengaruh Film Porno hingga Korban Trauma Berat

Regional
26 Pencuri Motor Diamankan, 6 di Antaranya Sering Keluar Masuk Bui

26 Pencuri Motor Diamankan, 6 di Antaranya Sering Keluar Masuk Bui

Regional
Nikmatnya Kopi Gunung Kelir, Rasa dan Aromanya Disukai hingga Luar Negeri

Nikmatnya Kopi Gunung Kelir, Rasa dan Aromanya Disukai hingga Luar Negeri

Regional
5 Penemuan Kerangka Manusia yang Gegerkan Warga, Kerangka Satu Keluarga hingga Ditemukan di Septic Tank Mertua

5 Penemuan Kerangka Manusia yang Gegerkan Warga, Kerangka Satu Keluarga hingga Ditemukan di Septic Tank Mertua

Regional
Tak Ada Database DNA, Polisi Sulit Ungkap Identitas Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung

Tak Ada Database DNA, Polisi Sulit Ungkap Identitas Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X