Kompas.com - 17/06/2013, 16:28 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

CIAMIS, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Ciamis menetapkan Rektor Universitas Galuh, Kabupaten Ciamis, berinisial S sebagai tersangka dugaan korupsi dana APBN dan APBD Provinsi Jawa Barat, dengan total kerugian Negara senilai Rp 446 juta.

Jumlah anggaran itu merupakan bantuan untuk pembangunan sarana dan prasarana kampus. Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis melalui Kepala Seksi Pidana Khusus, Candra Saptaji menyatakan, dalam kasus ini bukan hanya Rektor Unigal berinisial S saja yang ditetapkan tersangka, namun seorang rekan S yaitu SI, berprofesi sebagai wirasawasta pun dijadikan sebagai tersangka.

"Setelah memeriksa sepuluh orang saksi, kami telah menetapkan dua orang tersangka korupsi bantuan dana yang bersumber dari APBN dan APBD di Ciamis, yaitu S, bekerja sebagai rektor universitas swasta, dan rekannya SI, berprofesi wiraswasta. Total kerugian Negara yang diduga diselewengkan oleh kedua tersangka sebesar Rp 446 juta," kata Candra kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin (17/6/2013).

Modus kedua tersangka dalam kasus korupsi adalah menggelapkan bantuan dana yang dilakukan melalui dua kegiatan pembangunan kampus. Tersangka SI bekerjasama membantu S, dalam melakukan kegiatan yang merugikan uang Negara tersebut.

"Setelah kami telusuri, kedua tersangka ini bekerjasama untuk menggelapkan bantuan dana yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Jawa Barat. S berperan sebagai penerima bantuan, dan SI membantu S dalam menyelewengkan anggarannya," tambah Candra.

Selama ini, kata candra, kedua tersangka belum dilakukan penahanan, dan baru ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi. Namun, pihaknya akan segera memanggil kedua tersangka untuk dimintai keterangan oleh kejaksaan.

"Kedua tersangka dijerat Pasal 8 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman penjara selama tiga tahun. Dalam waktu dekat ini kami akan memanggil mereka," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.