Kompas.com - 17/06/2013, 14:01 WIB
|
EditorFarid Assifa

MEDAN, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Kota Medan menyita enam sepeda motor milik pengunjuk rasa yang melintas di Jalan Imam Bonjol menuju Bandara Internasional Polonia Medan, Senin (17/6/2013). Pengunjuk rasa tersebut sedianya akan berunjuk rasa menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak.

Namun, mereka mengendarai sepeda motor tanpa helm. Ada juga yang tidak membawa surat izin mengemudi atau surat tanda nomor kendaraan.

"Mereka boleh berunjuk rasa, tapi harus tertib. Kalau melanggar lalu-lintas ya kami tindak," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Medan Ajun Komisaris Besar Nico A Karokaro.

Seorang pengunjuk rasa, Harry Limbad, mengatakan, penyitaan sepeda motor oleh polisi merupakan tindakan arogansi. Dia mendesak agar polisi mengembalikam semua sepeda motor kepada pengunjuk rasa.

Namun, polisi mengabaikan desakan itu. Polisi malah memgangkut semua sepeda motor dengan truk untuk dibawa ke kantor polisi.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X