Kompas.com - 17/06/2013, 12:48 WIB
|
EditorKistyarini

SEMARANG, KOMPAS.com - Sejumlah mahasiswa IAIN Walisongo menggelar aksi demontrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Aksi dilakukan di depan kampus Jalan Walisongo, Tugu, Semarang Senin (17/6/2013).

Selain melakukan orasi, para mahasiswa itu membakar ban di tengah jalan persis di jalur pantura Semarang-Kendal. Akibatnya kemacetan tidak terhindarkan di dua jalur tersebut.

Sempat terjadi bentrok antara mahasiswa dan petugas kepolisian saat mereka diminta untuk masuk ke dalam lingkungan kampus. Para mahasiswa juga sempat bersitegang dengan para pengguna jalan yang merasa terganggu.

Koordinator lapangan Amri Zarois mengatakan para mahasiswa menolak kebijakan kenaikan BBM. "Kenaikan harga BBM akan diikuti kenaikan harga pokok lainnya, hal ini tentu akan sangat meresahkan masyarakat," tandasnya.

Selain itu mereka juga menolak keras kebijakan pemerintah terkait adanya bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) sebagai dampak dari kenaikan harga BBM. Hal itu menurutnya justru menjadi pembodohan bagi masyarakat Indonesia. "Tidak menutup kemungkinan dalam penyaluran BLSM ini ada unsur intervensi politik," ujarnya.

Sebab itu para mahasiswa itu meminta pemerintah untuk menyediakan etos kerja yang luas, serta pembangunan ekonomi usaha kecil menengah. "Hal inilah yang harusnya diperjuangkan pemerintah, bukan kebijakan yang bersifat jangka pendek dan pragmatis," tandasnya.

Aksi demonstrasi ini juga dilakukan sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat di berbagai titik di Kota Semarang. Antara lain di depan Gedung DPRD Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X