Kompas.com - 17/06/2013, 12:24 WIB
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com - Ratusan mahasiswa menggelar unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Malang, Jawa Timur, Senin (17/6/2103). Dalam aksinya, mereka membawa poster bergambar Eyang Subur dan pesepakbola, striker tim nasional Italia, Mario Balotelli.

Poster bergambar Eyang Subur itu bertuliskan "Jika harga BBM naik, mau dikasih makan apa istri saya". Sementara isi poster Balotelli, "Harga BBM naik, malah orang miskin naik".

"Kita menampilkan poster Eyang Subur dan Balotelli hanya sebagai aktor tambah," jelas koordinator aksi dari BEM Universitas Brawijaya Malang, Reza Pahlevi kepada Kompas.com ditemui di sela-sela aksi, Senin.

Menurut Reza, semua rakyat sudah tahu bahwa Presiden SBY berbohong kepada rakyat. Pun orang luar Indonesia juga, menurutnya, akan menilai demikian.

"Karena jika dibilang APBN itu bocor, bukan digunakan untuk rakyat, tetapi untuk kebutuhan pejabat negara sendiri," tegas Reza.

Karenanya, tegas Reza, jika pemerintah beralasan bahwa kenaikan harga BBM disebabkan APBN jebol demi subsidi rakyat sangat tidak masuk akal.

"Sebanyak 66 persen uang negara itu kemana? Seharusnya itu yang ditelusuri. APBN memang jebol tapi sebanyak Rp 350 triliun itu untuk belanja negara. Sementara untuk subsidi rakyat, itu hanya Rp 199 triliun," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.