Kompas.com - 15/06/2013, 13:12 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

DEMAK, KOMPAS — Bus pariwisata yang membawa 57 peziarah menabrak truk tangki pengangkut tetes tebu di jalan pantai utara Desa Karangtengah, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (14/6/2013), pukul 23.00. Peristiwa itu menyebabkan dua orang tewas dan 21 penumpang luka berat dan ringan.

Korban tewas bernama Agus Setiawan (34), kernet bus asal Desa Katong, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, dan seorang penumpang Sutrisno (60), warga Desa Wonomulya, Kabupaten Pemalang. Keduanya berada di bagian kiri depan bus yang ringsek pasca-menabrak truk.

Adapun penumpang yang mengalami luka berat dan ringan segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sunan Kalijaga dan Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Demak. Sebanyak sembilan penumpang dirawat di RSUD dan 12 yang lain di RSI NU.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Demak Ajun Komisaris Bambang Sumantri, Sabtu (15/6/2013), mengatakan, kecelakaan bermula ketika bus pariwisata PO Purwo Gumilar AB 7157 AS tujuan Pemalang-Surabaya bergerak dengan kecepatan tinggi dari Barat.

Tiba-tiba, bus yang dikemudikan Bandi oleng ke kiri dan menabrak truk S 9360 UR yang tengah diparkir di tepi jalan. Bus ringsek pada bagian kiri depan dan sejumlah kaca di samping kanan dan kiri bus pecah, sedangkan truk yang dikemudikan Sunarto (48) penyok pada bagian belakang. Dalam peristiwa itu, sopir dan kernet truk yang tengah memperbaiki roda truk selamat.

"Saat ini, kami sedang menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut sehingga belum menentukan tersangkanya. Kami juga tengah mencari sopir bus pariwisata yang kabur pasca-tabrakan," kata Bambang.

Salah seorang penumpang bus yang selamat, Isrosudin (45), mengaku, bus yang ditumpanginya merupakan salah satu rombongan peziarah asal Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Rombongan akan mengikuti Haul Akbar di Surabaya.

"Pada saat kejadian, para penumpang, termasuk saya, sedang tidur. Kami terkejut dan berteriak ketika merasakan benturan keras. Sebelumnya, kami sempat waswas karena ketika beristirahat di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, kernet dan sopir bus berkali-kali memeriksa dan membetulkan setir," kata dia.

Peristiwa tersebut menyebabkan kemacetan sepanjang tujuh kilometer dari arah Semarang menuju kota Demak. Kemacetan terjadi beberapa saat setelah tabrakan pada pukul 23.00 hingga sekitar pukul 02.15.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.