Kompas.com - 15/06/2013, 10:01 WIB
|
EditorCaroline Damanik

GORONTALO, KOMPAS.com — Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Baihaki Natsir, ditahan Kepolisian Resor Gorontalo Kota atas dugaan penyelewengan enam ton beras bantuan bencana alam. Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Gorontalo Kota AKP Adhi Pradana membenarkan proses penahanan tersebut kepada wartawan, Sabtu (15/6/2013).

Menurut Adhi, Baihaki sebenarnya sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Senin lalu, tetapi pemeriksaan terhadapnya baru bisa dilakukan pada hari Jumat karena tersangka berulang kali mangkir memenuhi panggilan pemeriksaan. Alasannya, tersangka masih menerima kunjungan rekan dari Jakarta.

Dalam pemeriksaan, tersangka diminta menjawab 40 pertanyaan dari polisi. Terungkap enam ton beras yang seharusnya digunakan untuk menanggulangi kebutuhan pangan korban bencana alam malah dibagi-bagikan Dinsos kepada masyarakat yang tidak dalam kondisi mengalami bencana.

Diduga beras tersebut dibagi-bagikan untuk memenangkan salah satu calon wali kota-wakil wali kota Gorontalo pada masa-masa tenang kampanye pemilihan wali kota, pertengahan Maret lalu. Menurut Adhie, pihak kepolisian fokus menangani dugaan penyelewengan beras bantuan bencana alam, sementara untuk dugaan pelanggaran pilkada sedang ditangani oleh Panitia Pengawas Pemilukada (Panwaskada) setempat.

Seusai diperiksa, tersangka langsung dibawa ke tahanan Polsek Pelabuhan Gorontalo. Polisi menjerat tersangka dengan dua pasal, yakni Pasal 3 UU No 31/1999 tentang tindak pidana korupsi dan Pasal 78 juncto 65 UU No 24/2007 tentang penanggulangan bencana dengan ancaman pidana hingga sepuluh tahun penjara.

Saat wartawan mencoba meminta komentar atas penahanan dirinya, tersangka menolak memberi banyak komentar. "Proses hukum sedang berjalan jadi saya no comment," Kata Baihaki.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X