Sabu Dibuat di Sidoarjo

Kompas.com - 15/06/2013, 03:15 WIB
Editor

Surabaya, Kompas - Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkap pabrik narkotika jenis sabu di perumahan Puri Indah, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (13/6). Sabu yang diproduksi rumah itu sejak 1,5 tahun ini diduga dipasarkan di wilayah Sidoarjo, Surabaya, Medan (Sumatera Utara), dan Manado (Sulawesi Utara).

Tiga tersangka yang ditangkap adalah EF alias Alung (38), KF (38), dan AN (24). Mereka bertiga adalah warga Sidoarjo. ”Mereka jaringan nasional dan kami masih mengembangkan perkara ini, termasuk untuk mengungkap jika ada pelaku lain,” kata Kepala Polda Jatim Inspektur Jenderal Unggung Cahyono saat menjelaskan temuan itu, Jumat (14/6), di Surabaya.

Penggerebekan pabrik sabu itu sudah dipersiapkan sejak dua bulan terakhir. Polisi terus mengintai pelaku di rumah kontrakan tersebut. Untuk mengelabui pemilik rumah, pelaku mengaku akan menggunakan rumah itu untuk membuat kasur pegas.

Dari penggerebekan itu polisi menangkap basah pelaku sedang memproduksi sabu. Polisi juga menemukan sabu serat seberat 30 gram yang baru saja diproduksi senilai Rp 45 juta. Bahan baku sabu, seperti metanon, aseton, epidrim, posfored, dan toluen, juga disita oleh polisi.

”Saya mengetahui cara membuat sabu dari internet dan belajar sendiri. Bahannya saya dapatkan dari apotek,” kata EF. Sesuai catatan polisi, EF sudah tiga kali masuk penjara karena kasus sabu. Ia juga mempelajari cara membuat sabu ini dari temannya di penjara.

EF mengaku ia dan rekannya bisa menghasilkan sabu dalam sekali proses produksi rata-rata sebanyak 25 gram senilai Rp 25 juta. Dari hasil produksi itu, EF mendapatkan keuntungan bersih sebanyak Rp 15 juta. Polisi masih menyelidiki jumlah total sabu yang telah diproduksi selama ini dan penyebarannya.

EF merupakan pelaku utama yang mengetahui detail pembuatan sabu. Dua rekannya hanya membantu. Mereka membuat sabu secara sederhana, memakai kompor listrik dan kompor gas.

Unggung mengatakan, ketiga tersangka terancam hukuman paling lama 15 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. Kasus pabrik sabu rumahan ini merupakan kasus yang dijelaskan Unggung pada hari pertamanya sebagai Kepala Polda Jatim. (den)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.