Kompas.com - 14/06/2013, 18:51 WIB
|
EditorFarid Assifa

KENDARI, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa penolakan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tak hanya dilakukan oleh mahasiswa. Di Kendari, puluhan ibu rumah tangga dan bocah perempuan juga ikut aksi menolak kenaikan harga BBM di depan alun-alun kota, Jumat (14/6/2013).

Kendati diguyur hujan, namun tak menyurutkan semangat kaum ibu dan anak-anak untuk turun ke jalan. Mereka menggunakan payung sambil memegang pamflet kecil berisikan penolakan terhadap kenaikan harga BBM. Mereka turut aksi dan bergabung dengan ratusan aktivis Hizbuh Tahrir Sulawesi Tenggara yang melakukan aksi serupa.

Para ibu dan anak mengumandangkan takbir yang dipimpin orator massa Hizbuh Tahrir. Dalam orasinya, pendemo penolakan rencana kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dianggap menyengsarakan rakyat karena hanya menyukseskan liberalisasi sektor hilir.

 Menyukseskan liberalisasi dilakukan untuk memenuhi tuntutan pihak asing," kata seorang orator massa aksi. Massa mengingatkan pemerintah, menaikan harga bahan BBM di tengah kesulitan hidup seperti saat ini, bisa mendorong gejolak dan berkembang menjadi semacam revolusi sosial seperti yang telah terjadi di sejumlah negara di Timur Tengah.

Beberapa spanduk dibentangkan massa aksi yang bertuliskan penolakan keras terhadap kebijakan pemerintah atas rencana menaikan bahan bakar minyak. Setelah hampir dua jama massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. Aksi ini tetap mendapat pengawal personel dari Polresta Kendari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.