Lakmas: Jangan Pilih Caleg Tersangka Korupsi

Kompas.com - 12/06/2013, 22:25 WIB

KEFAMENANU, KOMPAS.com — Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil (Lakmas) Cendana Wangi, Nusa Tenggara Timur, mengimbau masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk menolak semua calon legislatif (caleg) yang telah ditetapkan sebagai tersangka maupun yang telah dilaporkan ke lembaga-lembaga negara dan hukum terkait dengan tindak pidana korupsi.

"Kita melihat partai politik yang masih mencalonkan mereka sama saja dengan tidak memiliki komitmen untuk pemberantasan korupsi dan kita mendesak Kejaksaan Negeri Kefamenanu agar jangan terkesan memproyekkan kasus korupsi dengan menggantung nasib dua tersangka," jelas Direktur Lakmas Cendana Wangi Viktor Manbait kepada Kompas.com, Rabu (12/6/2013) malam.

Dua tersangka korupsi yang dimaksud Viktor adalah RN, Ketua DPRD TTU periode 2009-2014, dan ET anggota DPRD periode 2009-2014. Keduanya terlibat korupsi dana bantuan sosial (Bansos) di Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten TTU tahun 2010 lalu.

Selain RN dan ET, Viktor juga menyinggung Wakil Ketua DPRD TTU HFS dan anggotanya YLN diduga terlibat kasus pemerasan. Keduanya telah diperiksa oleh Badan Kehormatan (BK).

"Masyarakat TTU akan melihat Kejaksaan TTU menjadi lembaga penegak hukum yang sukses dalam menetapkan jumlah tersangka, namun menjadi banci untuk meneruskannnya ke pengadilan dengan dalih pembuktian. Kalau memang tidak cukup bukti, jangan cepat-cepat ditetapkan sebagai tersangka, hanya untuk gagah-gagahan saja," kecam Viktor.

Untuk diketahui, Ketua DPRD TTU, RN, bersama anggota DPRD TTU, ET, ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kefamenanu pada November 2010 lalu lantaran terlibat kasus korupsi dana bantuan sosial dari Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten TTU tahun 2008 senilai Rp 5 miliar lebih.

Saat itu, Dinas Kesejahteraan Sosial TTU melelang proyek pembangunan rumah sangat sederhana sebanyak 333 unit. Proyek itu dikerjakan RN selaku kontraktor pelaksana dan ET selaku konsultan pengawas.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD TTU, HFS, diduga kuat melakukan pemerasan sebesar Rp 50 juta terhadap Kepala SD Katolik Maubesi 2 terkait proyek rehabilitasi 48 unit gedung sekolah dasar (SD) senilai Rp 14 miliar lebih. Anggota DPRD TTU, YLN, juga diduga kuat memeras Kepala SD Noetoko sebesar Rp 200 juta.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertular Rekan Kerja, 11 Tenaga Kesehatan di Madiun Positif Covid-19

Tertular Rekan Kerja, 11 Tenaga Kesehatan di Madiun Positif Covid-19

Regional
Ketua Umum PP Muhammadiyah: Keselamatan Masyarakat Jauh Lebih Utama

Ketua Umum PP Muhammadiyah: Keselamatan Masyarakat Jauh Lebih Utama

Regional
Anak Bungsu Wali Kota Jambi Meninggal Dunia

Anak Bungsu Wali Kota Jambi Meninggal Dunia

Regional
Wali Kota Pontianak: Istri Saya Positif Covid-19 Tanpa Gejala dan Diisolasi di Rumah

Wali Kota Pontianak: Istri Saya Positif Covid-19 Tanpa Gejala dan Diisolasi di Rumah

Regional
Pilkada Serentak di Tengah Pandemi Covid-19, Ganjar: Berbahaya

Pilkada Serentak di Tengah Pandemi Covid-19, Ganjar: Berbahaya

Regional
Video Viral Pengunjung Abai Protokol Kesehatan, Satpol PP DIY Panggil 15 Pengelola Angkringan

Video Viral Pengunjung Abai Protokol Kesehatan, Satpol PP DIY Panggil 15 Pengelola Angkringan

Regional
Desakan Penundaan Pilkada 2020, Wali Kota Solo: Kewenangan KPU

Desakan Penundaan Pilkada 2020, Wali Kota Solo: Kewenangan KPU

Regional
Kecelakaan Usai Beraksi, Begal Ini Ditangkap karena Ponsel Korban

Kecelakaan Usai Beraksi, Begal Ini Ditangkap karena Ponsel Korban

Regional
Kafan yang Dicuri dari Makam Seorang Wanita Ditemukan Bersamaan dengan Sebuah Boneka

Kafan yang Dicuri dari Makam Seorang Wanita Ditemukan Bersamaan dengan Sebuah Boneka

Regional
Madrasah Diobrak-abrik Geng Motor, Warga Kota Tasikmalaya Siaga

Madrasah Diobrak-abrik Geng Motor, Warga Kota Tasikmalaya Siaga

Regional
2 Komisioner KPU Muratara dan 6 Staf Positif Covid-19

2 Komisioner KPU Muratara dan 6 Staf Positif Covid-19

Regional
Kronologi Pria Diduga Gangguan Jiwa Bacok Warga hingga Tewas, Pelaku Masih Berkeliaran

Kronologi Pria Diduga Gangguan Jiwa Bacok Warga hingga Tewas, Pelaku Masih Berkeliaran

Regional
Pria Ini Tipu PSK, Tak Bayar dan Bawa Kabur Sepeda Motor

Pria Ini Tipu PSK, Tak Bayar dan Bawa Kabur Sepeda Motor

Regional
Dinkes Riau: Mayoritas Pasien Corona yang Meninggal Punya Diabetes

Dinkes Riau: Mayoritas Pasien Corona yang Meninggal Punya Diabetes

Regional
Diejek karena Jadi Buruh Sawit, Pria Ini Bunuh Temannya dengan Parang

Diejek karena Jadi Buruh Sawit, Pria Ini Bunuh Temannya dengan Parang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X